RPJMD Surabaya: Strategi Cerdas Hadapi Tantangan Geopolitik Global

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, mengusulkan revisi Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya 2025-2029. Ia menilai dokumen tersebut perlu penyempurnaan agar lebih adaptif terhadap perkembangan terkini.

Perkembangan Ekonomi Global dan RPJMD Surabaya

Usulan revisi RPJMD ini didasari oleh perubahan signifikan dalam ekonomi global dan sosial masyarakat. Arif menekankan pentingnya dokumen tersebut selaras dengan visi misi Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji.

Bacaan Lainnya

Kondisi geopolitik global, termasuk perang tarif antara Amerika Serikat dan negara lain, belum diperhitungkan saat penyusunan RPJMD awal. Situasi ini berpengaruh terhadap perencanaan pembangunan kota.

Dampak Ekonomi Global terhadap Surabaya

Meskipun dampak perang tarif belum terasa secara langsung, Arif memprediksi penurunan daya beli masyarakat. Hal ini berpotensi mempengaruhi iklim investasi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga emas menunjukkan ketidakpastian ekonomi. Para pelaku usaha cenderung bersikap wait and see, menunggu perkembangan selanjutnya.

Adaptasi RPJMD terhadap Realitas Baru

Arif mendesak agar RPJMD Kota Surabaya adaptif terhadap realitas ekonomi terkini. Hal ini penting untuk memastikan keberhasilan program pembangunan.

Penerimaan pajak dan retribusi, sumber utama pembangunan Pemkot Surabaya, perlu diproyeksikan secara realistis. Kondisi ekonomi akan mempengaruhi kemampuan masyarakat membayar pajak dan retribusi.

Prioritas masyarakat terhadap kebutuhan primer, seperti pendidikan dan pangan, juga perlu dipertimbangkan. Program pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja menjadi krusial.

Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Program pemerintah pusat, seperti Sekolah Rakyat, dapat menjadi solusi. Pemerintah kota perlu memfasilitasi program tersebut untuk membuka lapangan kerja baru.

Pandemi COVID-19 mengajarkan pentingnya adaptasi dan kreativitas. Pemkot Surabaya perlu berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam mengatasi tantangan ekonomi.

Arif berharap kolaborasi ini menjadi acuan dalam penyusunan RPJMD. Hal ini penting agar DPRD dan Pemkot Surabaya memiliki pandangan yang sama dalam menyusun program pembangunan.

Visi-misi Eri-Armuji tetap menjadi landasan. Namun, situasi geopolitik global dan pergantian presiden harus menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan RPJMD yang lebih realistis dan berdampak bagi masyarakat Surabaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *