Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, untuk aktif berkomunikasi dengan publik. Hal ini diungkapkan Prasetyo sendiri kepada wartawan.
Blunder PCO Menjadi Alasan Penunjukan Prasetyo Hadi
Direktur Paremeter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai penunjukan Prasetyo Hadi sebagai juru bicara Presiden berkaitan erat dengan kesalahan komunikasi yang sering dilakukan Kantor Komunikasi Presiden (PCO).
Menurut Adi, PCO seringkali melakukan blunder yang justru memberikan citra negatif bagi pemerintah. Komunikasi yang buruk tersebut sering menimbulkan kekisruhan.
Perbaikan Citra Pemerintah
Penunjukan Prasetyo Hadi diharapkan dapat memperbaiki citra pemerintah dan mengurangi kesalahan komunikasi. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk mengatasi kesalahan dan blunder PCO.
Adi menambahkan, penunjukan Prasetyo sebagai juru bicara presiden merupakan sinyal bahwa kinerja PCO dinilai mengecewakan.
Kedekatan dengan Prabowo Subianto
Adi menilai pentingnya juru bicara Presiden berasal dari lingkaran dalam Prabowo Subianto. Hal ini agar pesan yang disampaikan selaras dengan visi dan misi presiden.
Prasetyo Hadi, dianggap Adi, merupakan sosok yang dekat dengan Prabowo dan memahami pemikirannya. Dengan demikian, ia dapat menyampaikan pesan dengan efektif tanpa perlu arahan langsung dari presiden.
Tanggapan Terhadap Kinerja Hasan Nasbi
Adi memberikan pandangannya tentang kinerja Hasan Nasbi sebagai Kepala PCO. Meskipun mengakui kemampuan Hasan Nasbi, Adi menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pernyataan publik untuk menghindari kontroversi.
Adi menegaskan tidak perlu ada reshuffle kabinet. Ia menilai Hasan Nasbi adalah sosok yang kompeten, hanya perlu lebih berhati-hati dalam berkomunikasi.
Peran Prasetyo Hadi Sebagai Juru Bicara
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa perannya sebagai juru bicara tidak akan menggantikan fungsi PCO yang dipimpin oleh Hasan Nasbi.
Ia menekankan hanya akan membantu dalam komunikasi publik terkait kepresidenan. Peran PCO tetap penting dalam hal komunikasi pemerintah.
Prasetyo menjelaskan dirinya diminta Presiden Prabowo untuk lebih aktif berkomunikasi dengan publik. Ia menekankan bahwa tidak ada pelantikan khusus untuk posisi ini.
Analisis dan Kesimpulan
Penunjukan Prasetyo Hadi sebagai juru bicara Presiden Prabowo Subianto mencerminkan upaya pemerintah untuk memperbaiki citra dan komunikasi publik. Hal ini terkait dengan sejumlah blunder yang dilakukan PCO sebelumnya.
Kedekatan Prasetyo dengan Prabowo diharapkan dapat memastikan konsistensi pesan yang disampaikan kepada publik. Perbaikan komunikasi publik menjadi fokus utama pemerintah ke depannya.





