Akses menuju Stasiun Batutulis, Bogor, yang amblas akibat longsor akan dipindahkan. Lokasi baru berada tak jauh dari titik awal, sekitar 200 meter lebih dekat.
Pembangunan akses baru ini menelan biaya sekitar Rp 40 miliar. Dana tersebut mencakup pembebasan lahan dan konstruksi jalan.
Jalur Baru Stasiun Batutulis: Kajian Keamanan dan Anggaran
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menjelaskan akses baru akan dibangun dari area Sumur 7, langsung menuju Jl. Danasasmita. Kajian telah menyatakan lokasi ini aman.
Pembebasan lahan akan dibiayai bersama oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Bogor, masing-masing sebesar 50%. Anggaran pembebasan lahan mencapai Rp 30 miliar, sementara pembangunan jalannya sekitar Rp 10 miliar.
Kajian Teknis Jalan Lama
Jalan lama dinyatakan tidak layak digunakan kembali. Hasil kajian dari BPT dan Kementerian PU menunjukkan adanya sumber mata air di bawah jalan yang menjadi penyebab utama amblasnya jalan tersebut.
Oleh karena itu, pembangunan jalur baru menjadi solusi terbaik. Pemerintah memutuskan untuk membangun jalur baru daripada memperbaiki jalan yang lama.
Konversi Jalan Lama Menjadi Taman
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusulkan agar jalan lama diubah menjadi taman. Jalan aspal akan dibongkar dan lahannya akan dinaturalisasi.
Taman tersebut nantinya akan ditanami pohon-pohon endemik Bogor. Konversi ini akan mengubah area bekas jalan menjadi ruang terbuka hijau yang asri.
Kendala Pembebasan Lahan dan Solusi
Pembukaan jalur baru sempat terkendala pembebasan lahan. Proses pembebasan lahan harus dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.
Pemkot Bogor telah melakukan negosiasi dengan pemilik lahan. Pembebasan lahan hanya akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan pembangunan jalan baru.
Proyek pembangunan akses baru Stasiun Batutulis ini diharapkan dapat memberikan solusi permanen atas masalah aksesibilitas ke stasiun tersebut. Selain itu, revitalisasi area jalan lama menjadi taman juga akan menambah keindahan kota Bogor dan menyediakan ruang hijau bagi masyarakat.





