Serangan udara Amerika Serikat (AS) di Yaman menewaskan sedikitnya tujuh warga sipil dan melukai puluhan lainnya, termasuk anak-anak. Serangan yang terjadi Minggu malam (13/4) waktu setempat ini memicu kecaman internasional.
Serangan Udara AS di Yaman Tewaskan Tujuh Warga Sipil
Media lokal Yaman yang dikuasai kelompok Houthi melaporkan serangan tersebut menghantam sebuah pabrik di zona industri al-Sawari, Bani Matar, sebelah barat Sanaa. Kementerian Kesehatan Houthi mencatat jumlah korban jiwa dan luka-luka.
Laporan tersebut menyebutkan tujuh orang tewas dan 29 lainnya terluka, termasuk lima anak dan seorang wanita. Kondisi satu korban luka dilaporkan kritis.
Korban Teridentifikasi sebagai Pekerja Pabrik dan Warga Sekitar
Para korban diduga merupakan pekerja pabrik, warga sekitar, dan petani di dekat lokasi serangan. Lokasi serangan yang berada di dekat pemukiman penduduk menunjukkan kemungkinan minimnya target militer di area tersebut.
Laporan Houthi juga menyebutkan serangan-serangan lain di Provinsi Saada dan Hodeidah. Houthi mengklaim bahwa serangan ini merupakan bagian dari operasi militer AS yang intensif sejak Maret lalu.
Konflik Yaman dan Eskalasi Serangan Houthi
Sejak Maret 2025, AS melancarkan operasi militer terhadap Houthi. Operasi ini bertujuan untuk menekan kelompok yang didukung Iran tersebut agar menghentikan ancaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan sekitarnya.
Sebagai balasan, Houthi meningkatkan serangannya terhadap kapal militer AS dan wilayah Israel. Mereka mengklaim tindakan tersebut sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina.
Serangan Houthi sebagai Respon Konflik Palestina-Israel
Peningkatan serangan Houthi ini bermula setelah perang Gaza pada Oktober 2023. Gencatan senjata Januari lalu sempat menghentikan serangan-serangan tersebut.
Namun, pemutusan akses pasokan kemanusiaan ke Gaza oleh Israel pada awal Maret dan dilanjutkan serangan udara besar-besaran pada 18 Maret, kembali memicu ancaman dan serangan dari Houthi.
Dampak Serangan dan Reaksi Internasional
Serangan udara AS di Yaman telah mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka yang signifikan di kalangan warga sipil. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya kekerasan di wilayah yang telah dilanda konflik panjang.
Kejadian ini kemungkinan akan memicu reaksi internasional dan meningkatkan tekanan pada AS untuk menghentikan operasi militernya. Organisasi internasional dan negara-negara lain diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan terkait insiden ini.
Insiden ini menyoroti kompleksitas konflik Yaman dan dampaknya terhadap warga sipil. Pentingnya solusi politik dan diplomasi untuk mengakhiri kekerasan dan melindungi warga sipil perlu ditekankan. Perlu investigasi independen untuk mengungkap fakta dan memastikan pertanggungjawaban atas jatuhnya korban jiwa sipil.





