Bahlil Labeli Misbakhun: Pemenang Hadapi Cobaan Hukum Berat

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, kembali menyapa kadernya, Mukhamad Misbakhun. Hubungan keduanya sempat tegang setelah Bahlil melontarkan komentar kurang mengenakan beberapa waktu lalu.

Kini, Bahlil justru memuji Misbakhun. Ia menyebut Misbakhun sebagai sahabat lamanya dan mengangkat kiprah politik Misbakhun yang panjang dan penuh tantangan.

Bacaan Lainnya

Bahlil Lahadalia Puji Sahabat Lama, Mukhamad Misbakhun

Pernyataan pujian Bahlil disampaikan pada pembukaan program pelatihan ‘Executive Education Program for Young Political Leaders, Batch-18’ di Golkar Institute, Jakarta, Senin (21/4/2025).

Bahlil secara spesifik menyebut Misbakhun sebagai sahabat lama yang telah berkarir di dunia politik melalui perjalanan yang panjang dan penuh dinamika.

Misbakhun, yang sebelumnya dikenal sebagai anggota Komisi XI DPR, kini memimpin komisi yang membidangi keuangan dan perpajakan tersebut.

Bahlil mengakui perjalanan karier Misbakhun tidak selalu mudah. Ia juga menyinggung masa lalu Misbakhun yang pernah menghadapi tantangan hukum.

Kasus Bank Century dan Vonis Bebas Misbakhun

Bahlil secara halus merujuk pada kasus Bank Century, di mana Misbakhun pernah didakwa.

Namun, penting dicatat bahwa Misbakhun telah divonis bebas murni oleh Mahkamah Agung pada tingkat peninjauan kembali (PK).

Terlepas dari masa lalunya, Bahlil memuji integritas, intelektualitas, dan prinsip kuat yang dimiliki Misbakhun.

Bahlil menekankan bahwa Misbakhun mampu melewati berbagai rintangan dan muncul sebagai pemenang.

Reshuffle di Partai Golkar: Bahlil Singgung Sistem Pergantian Pengurus

Sebelumnya, Bahlil sempat menyinggung kemungkinan adanya reshuffle kepengurusan Partai Golkar.

Ia menjelaskan sistem pergantian pengurus di Golkar hampir sama dengan pergantian kabinet menteri. Tidak perlu menunggu satu atau dua tahun.

Pernyataan ini disampaikan Bahlil dalam acara halalbihalal Golkar pada Rabu (16/4).

Awalnya, Bahlil membahas kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menaikkan tarif produk Indonesia sebesar 32%.

Bahlil kemudian menyinggung beberapa menteri yang terkait dengan kebijakan tersebut, termasuk Menteri Perindustrian dan Wamen Perdagangan.

Ia juga menyebut nama Misbakhun yang saat itu tidak hadir dan melontarkan pernyataan yang cukup tajam.

Komentar Bahlil yang Menyinggung Misbakhun

Bahlil menanyakan keberadaan Misbakhun dengan nada kurang mengenakan.

Ia mengatakan Golkar tidak membutuhkan orang yang “lari” dan lebih membutuhkan pemikir ekonomi yang selalu siap memberikan pendapatnya di Jakarta.

Pernyataan ini menimbulkan spekulasi terkait posisi Misbakhun di partai.

Namun, pernyataan terbaru Bahlil menunjukkan adanya perbaikan hubungan di antara keduanya.

Pernyataan Bahlil yang awalnya tajam kini berubah menjadi pujian. Hal ini menunjukkan dinamika internal Partai Golkar yang cukup kompleks dan perlu diperhatikan. Pernyataan Bahlil tentang reshuffle juga menjadi indikasi adanya perubahan dan penyesuaian di tubuh partai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *