Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungannya terhadap usulan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional. Marsinah, aktivis buruh perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur, dikenal karena perjuangannya yang gigih memperjuangkan hak-hak pekerja.
Kisah hidupnya yang tragis dan perjuangannya yang berani telah menginspirasi banyak orang. Dukungan Prabowo ini semakin memperkuat seruan agar jasa-jasa Marsinah diakui negara.
Perjuangan Marsinah: Suara Buruh yang Terbungkam
Marsinah, lahir di Desa Nglundo, Nganjuk pada 10 April 1969, adalah sosok pekerja keras yang berjuang untuk kesejahteraan buruh. Setelah menyelesaikan SMA, ia bekerja di pabrik arloji PT Catur Putra Surya (CPS).
Meski terkendala biaya, ia tetap aktif mengikuti berbagai kursus dan memiliki minat baca yang tinggi, bahkan sering membaca koran bekas.
Namun, perjuangannya berakhir tragis. Ia ditemukan meninggal dunia pada 8 Mei 1993 dalam kondisi mengenaskan, penuh luka-luka yang menunjukkan adanya penyiksaan.
Tuntutan Perbaikan Kondisi Kerja di PT CPS
Sepuluh hari sebelum kematiannya, Marsinah aktif memperjuangkan nasib 13 rekan kerjanya yang dipecat setelah aksi mogok massal di PT CPS.
Aksi mogok tersebut dilakukan untuk memperjuangkan 12 tuntutan perbaikan kondisi kerja, termasuk kenaikan upah, perhitungan upah lembur yang sesuai aturan, jaminan kesehatan, dan THR.
Meskipun tercapai kesepakatan antara buruh dan perusahaan, 13 buruh tetap dipecat dan dipaksa mengundurkan diri setelah mendapat intimidasi di Kodim 0816 Sidoarjo.
Mereka diberi uang pesangon di luar prosedur resmi, sebuah tindakan yang semakin memicu kemarahan dan semangat juang Marsinah.
Kematian Marsinah dan Dukungan Prabowo
Setelah mengetahui tindakan represif tersebut, Marsinah tetap gigih memperjuangkan hak-hak rekan-rekannya.
Ia bahkan berencana membawa kasus ini kepada pamannya di Kejaksaan Surabaya. Sayangnya, tiga hari setelahnya, Marsinah ditemukan meninggal dunia.
Kematian Marsinah hingga kini masih menyisakan misteri dan menjadi simbol perjuangan buruh yang belum sepenuhnya mendapatkan keadilan.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo Subianto, dalam peringatan May Day di Monas, menyatakan dukungannya terhadap usulan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional.
Ia menyampaikan bahwa usulan tersebut datang dari para pimpinan organisasi buruh yang menginginkan adanya pahlawan nasional dari kalangan buruh.
Prabowo menegaskan kesediaannya mendukung pengusulan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional jika seluruh pimpinan buruh sepakat.
Kisah Marsinah menjadi pengingat penting akan perjuangan kaum buruh dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Dukungan Prabowo terhadap pengusulannya sebagai Pahlawan Nasional diharapkan dapat mendorong proses pengakuan resmi atas jasa-jasanya bagi bangsa dan negara. Semoga perjuangannya tidak akan pernah dilupakan.





