Aksi demonstrasi besar-besaran oleh Asosiasi Ojek Online (Ojol) yang dijadwalkan Selasa, 20 Mei 2025, berpotensi mengganggu lalu lintas di Jakarta. Demo yang dinamakan Aksi 2025 ini akan terpusat di tiga titik strategis: Istana Negara, Kementerian Perhubungan, dan Gedung DPR/MPR. Antisipasi terhadap dampak demonstrasi ini pun dilakukan berbagai pihak, termasuk Transjakarta dan Polda Metro Jaya.
Transjakarta telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan penyesuaian rute secara situasional, berdasarkan kondisi di lapangan. Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas, yang juga akan bersifat dinamis dan disesuaikan dengan perkembangan situasi.
1. Transjakarta Antisipasi Gangguan Lalu Lintas Akibat Aksi 2025
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan mengalihkan rute armada busnya sesuai kebutuhan, merespon potensi gangguan lalu lintas akibat demo besar-besaran ojek online. Informasi terbaru mengenai perubahan rute dapat diakses melalui aplikasi Transjakarta dan media sosial resmi mereka.
Penyesuaian rute Transjakarta bersifat dinamis dan akan bergantung pada perkembangan situasi di lapangan. Petugas Transjakarta akan terus memantau kondisi dan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan kelancaran operasional.
2. Rekayasa Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Imbauan Kepada Masyarakat
Polda Metro Jaya juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik di Jakarta selama aksi demo berlangsung. Namun, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berharap agar rekayasa lalu lintas dapat diminimalisir.
Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk menghindari area sekitar Jalan Medan Merdeka, Bundaran Patung Kuda, dan Gedung DPR/MPR. Hal ini untuk meminimalisir potensi terjebak kemacetan akibat demonstrasi.
Polda Metro Jaya tengah merumuskan skema pengalihan arus lalu lintas jika diperlukan. Rencana pengalihan arus, misalnya, akan mengarahkan kendaraan dari sekitar Patung Kuda menuju Jalan Budi Kemuliaan, dan dari sekitar Tugu Tani menuju Harmoni Tomang.
3. Tuntutan Aksi 2025 dan Aksi ‘Offbid’ Massal
Aksi 2025 digagas oleh Garda Indonesia sebagai bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran regulasi Kepmenhub KP Nomor 1001 Tahun 2022 tentang potongan biaya aplikasi sebesar 20 persen. Banyak perusahaan aplikator diduga melanggar aturan tersebut dan menerapkan potongan biaya hingga 50 persen.
Tuntutan utama Aksi 2025 meliputi payung hukum yang jelas bagi pengemudi ojol, pembatasan potongan biaya aplikasi maksimal 10 persen, dan revisi tarif. Sebagai bentuk tekanan, Garda Indonesia akan melakukan aksi ‘offbid’ atau mematikan aplikasi secara massal di seluruh wilayah Jabodetabek selama satu hari penuh, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB pada tanggal 20 Mei 2025.
Aksi ‘offbid’ ini diperkirakan akan diikuti oleh ratusan ribu pengemudi ojol di seluruh Indonesia. Garda Indonesia akan memberikan arahan persuasif kepada pengemudi yang tidak berpartisipasi dalam unjuk rasa agar tidak mematikan aplikasi mereka. Namun, jika imbauan tersebut diabaikan, maka akan ada tindakan lebih lanjut dari tim lapangan.
Diperkirakan aksi demonstrasi ini akan melibatkan hingga 500.000 peserta dari seluruh Indonesia. Hal ini tentunya berpotensi menimbulkan dampak yang signifikan terhadap mobilitas masyarakat di Jakarta dan sekitarnya.
Secara keseluruhan, demo besar-besaran ojek online diprediksi akan berdampak signifikan pada lalu lintas Jakarta. Baik Transjakarta maupun Polda Metro Jaya telah bersiap melakukan penyesuaian operasional untuk meminimalisir dampak negatifnya. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk waspada dan menyesuaikan rencana perjalanan mereka guna menghindari potensi kemacetan.





