Sebuah peristiwa tragis terjadi di Kelurahan Pasirjaya, Bogor Barat, Jawa Barat pada Jumat, 16 Mei 2025. Sebuah rumah kosong ambruk dan menimpa seorang anak yang sedang melintas. Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap bangunan tua dan rawan runtuh, khususnya di musim hujan.
Korban, seorang siswi SD berusia 13 tahun bernama Anibah, mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Milenia untuk mendapatkan perawatan medis.
Rumah Kosong Ambruk Timpa Siswi SD
Bangunan yang runtuh telah kosong sejak tahun 2024. Kondisi bangunan yang sudah lapuk dan tidak terawat menjadi faktor utama penyebab ambruknya rumah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatullah, menjelaskan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi memperparah kondisi bangunan yang sudah rapuh.
Kejadian ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, menjelang waktu sholat Jumat. Bagian yang ambruk adalah dua kamar tidur di sisi belakang bangunan.
Anibah, saat itu sedang berjalan melewati lokasi dan tertimpa reruntuhan bangunan. Ia mengalami luka di sekitar pinggang dan tangan.
Beruntung, menurut keterangan Hidayatullah, Anibah telah mendapatkan perawatan medis dan menjalani rontgen untuk memastikan tidak ada cedera tulang serius.
Faktor Penyebab Runtuhnya Bangunan
Selain hujan deras dan kondisi bangunan yang sudah lapuk, kerusakan tembok penahan tanah (TPT) juga diduga menjadi penyebab runtuhnya bangunan.
Gerusan air menyebabkan longsor kecil di sekitar bangunan, mempercepat proses keruntuhan. Hal ini membutuhkan perhatian serius terhadap infrastruktur penunjang.
Kondisi TPT yang rusak perlu segera diperbaiki untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Kerusakan infrastruktur seperti ini merupakan ancaman serius, terutama di musim hujan.
Pasca kejadian, warga sekitar bergotong royong membersihkan puing-puing. Upaya ini penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi.
Langkah Antisipasi dan Kesimpulan
Peristiwa ini mengingatkan kembali kejadian serupa pada tahun 2024 di lokasi yang sama. Warga setempat, Duri, bahkan sempat mengungsi karena khawatir dengan kondisi bangunan.
BPBD Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, khususnya yang tinggal di sekitar bangunan tua atau kosong, terutama saat musim hujan.
Pemerintah daerah didesak untuk melakukan pendataan dan peninjauan ulang kondisi bangunan berisiko roboh. Langkah pencegahan sangat krusial untuk menghindari korban jiwa.
Koordinasi antara BPBD dan aparat wilayah akan terus dilakukan untuk menindaklanjuti kondisi bangunan kosong lainnya. Peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kejadian ini bukan hanya tragedi individu, tetapi juga menjadi cerminan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keselamatan lingkungan. Perbaikan infrastruktur dan pengawasan bangunan tua perlu ditingkatkan untuk mencegah peristiwa serupa di masa mendatang.





