Pilkada Majalengka 2030 masih lima tahun lagi. Namun, waktu persiapannya terbilang singkat dalam konteks investasi politik. Membangun popularitas dan elektabilitas membutuhkan strategi dan kerja keras yang konsisten, dimulai dari sekarang. Sejumlah nama potensial mulai bermunculan, menandai geliat politik lokal Majalengka.
Salah satu nama yang menarik perhatian adalah H. Agus Asri Sabana. Ia disebut-sebut sebagai calon kuat Wakil Bupati Majalengka pada Pilkada 2030. Nama Agus bukan sosok baru dalam kancah politik dan pemerintahan Majalengka.
Agus Asri Sabana: Figur Potensial Wakil Bupati Majalengka
Agus Asri Sabana dikenal luas sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan H. Eman Suherman – Dena Muhamad Ridwan pada Pilkada Serentak 2024. Ia berhasil mengantarkan keduanya menjadi Bupati dan Wakil Bupati periode 2025-2030.
Ia memiliki rekam jejak yang solid dan beragam. Sebelum terjun ke dunia politik praktis, Agus menjabat sebagai Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka.
Agus juga merupakan dosen di Universitas Majalengka (UNMA). Latar belakangnya sebagai alumni Himpunan Mahasiswa Majalengka (Himmaka) Bandung dan mantan pemimpin Korps Alumni HMI (KAHMI) Majalengka semakin memperkaya profilnya.
Potensi Agus Asri Sabana sebagai Tandem Bupati Petahana
Sebagai mantan aktivis, Agus dikenal kritis dan memiliki pandangan tajam terhadap isu strategis. Sifatnya yang terbuka dan komunikatif membuatnya mampu merangkul berbagai kalangan, terutama generasi muda dan akademisi.
Munculnya nama Agus menambah dinamika Pilkada Majalengka. Ia bahkan disebut berpeluang besar berpasangan dengan Bupati petahana, Eman Suherman.
Komunitas dan relawan di Majalengka mulai menunjukkan dukungannya. Kampanye kreatif dan poster digital dengan tagar #NewEmanRaden ramai di media sosial.
Tantangan dan Dukungan untuk Agus Asri Sabana
Agus akan menghadapi tantangan dari figur potensial lainnya, termasuk mantan Pj Bupati Majalengka, H. Dedi Supandi, dan Direktur KPK RI, Irjen Pol. Asep Guntur. Keduanya merupakan figur kuat dari luar partai politik.
Namun, Agus diyakini mampu menjadi tandem yang strategis bagi Bupati Eman Suherman. Latar belakang akademisnya dapat menjadi nilai tambah dalam memimpin Majalengka.
Meskipun demikian, hingga saat ini Agus belum memberikan pernyataan resmi terkait kesiapannya maju di Pilkada 2030. Sementara itu, Raden Hendrian Suryanatanagara, Ketua Kadin Majalengka yang juga disebut-sebut sebagai calon potensial, membantah kabar tersebut.
Kesimpulan
Pilkada Majalengka 2030 diprediksi akan berlangsung dinamis. Munculnya nama Agus Asri Sabana sebagai calon Wakil Bupati menambah semarak persaingan. Ia menawarkan rekam jejak yang beragam dan karakter kepemimpinan yang menjanjikan. Keberhasilannya dalam meraih dukungan dan meyakinkan publik akan menjadi kunci dalam menentukan peluangnya. Perkembangan politik di Majalengka akan terus menarik untuk disimak hingga Pilkada 2030 tiba.





