Nasib Wapres Sara Duterte: Sidang Pemakzulan, Ancaman Politik Berat

Nasib Wapres Sara Duterte: Sidang Pemakzulan, Ancaman Politik Berat
Nasib Wapres Sara Duterte: Sidang Pemakzulan, Ancaman Politik Berat

Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, tengah menghadapi sidang pemakzulan di Senat Filipina. Hasil sidang ini akan menentukan kelanjutan karir politiknya dan masa depannya. Tuduhan korupsi dan pelanggaran jabatan menjadi dasar pemakzulan ini.

Sidang pemakzulan ini dilatarbelakangi oleh beberapa aduan yang diajukan terhadap Sara Duterte. Aduan tersebut muncul setelah penyelidikan atas dugaan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan dugaan penyelewengan dana pemerintah.

Bacaan Lainnya

Aduan Pemakzulan dan Tuduhan Terhadap Sara Duterte

Aduan pemakzulan pertama diajukan oleh koalisi aktivis pada awal Desember 2024. Mereka menuduh Sara Duterte melakukan korupsi dan pelanggaran jabatan.

Sara Duterte membantah semua tuduhan penyelewengan dana publik. Namun, aduan kedua menyusul beberapa hari kemudian, diajukan oleh berbagai pihak, termasuk aktivis, guru, dan mantan anggota Kongres.

Aduan kedua ini menyorot dugaan penyelewengan dana rahasia lebih dari setengah miliar Peso. Salah satu poin penting adalah likuidasi mencurigakan sebesar 125 juta Peso hanya dalam 11 hari pada akhir tahun 2022.

Para pengadu menyatakan bahwa rakyat Filipina berhak menuntut pertanggungjawaban dari pejabat tertinggi kedua di negara tersebut. Mereka menganggap tindakan Sara Duterte sebagai pengkhianatan kepercayaan publik.

DPR Filipina Setujui Pemakzulan Sara Duterte

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina menyetujui mosi pemakzulan terhadap Sara Duterte pada Februari 2025. Voting dilakukan sehari sebelum masa sidang kongres berakhir dan memasuki masa reses.

Meskipun detail dakwaan tidak dipublikasikan secara luas, voting dilakukan setelah tiga aduan yang menuduh Sara Duterte melakukan berbagai pelanggaran. Tuduhan tersebut meliputi penyalahgunaan dana publik hingga perencanaan pembunuhan Presiden Marcos Jr.

Sara Duterte, putri mantan Presiden Rodrigo Duterte, membantah semua tuduhan tersebut. Ketua DPR Filipina, Martin Romualdez, mengumumkan persetujuan mosi pemakzulan yang diajukan oleh lebih dari sepertiga anggota DPR.

Nasib Sara Duterte kini berada di tangan 24 Senator Filipina. Dua pertiga dari mereka harus mendukung pemakzulan agar Sara Duterte benar-benar dimakzulkan dari jabatannya sebagai Wakil Presiden.

Sidang Pemakzulan Sara Duterte dan Jadwalnya

Senat Filipina telah menetapkan tanggal sidang pemakzulan Sara Duterte. Sidang tersebut dijadwalkan pada 3 Juni 2025.

Informasi mengenai jadwal sidang ini diperoleh dari dokumen Senat Filipina yang dilihat oleh AFP. Presiden Senat, Francis Escudero, sebelumnya menyatakan sidang akan dimulai pada akhir Juli.

Sidang pemakzulan ini menjadi isu penting dalam pemilu sela yang baru saja digelar. Pemilu tersebut menentukan separuh dari total 24 Senator Filipina yang akan bertindak sebagai dewan juri dalam sidang tersebut.

Escudero, melalui surat kepada Ketua DPR, menyatakan Senat siap mendengarkan dakwaan pada 2 Juni sebelum menggelar sidang pemakzulan. Tujuh dakwaan akan dibacakan di sidang terbuka.

Jika dimakzulkan, Sara Duterte akan diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakil Presiden Filipina. Hasil sidang ini akan menjadi tonggak penting dalam sejarah politik Filipina.

Sidang pemakzulan Sara Duterte menyita perhatian publik Filipina dan internasional. Hasilnya akan berdampak signifikan pada stabilitas politik dan pemerintahan Filipina. Proses hukum ini juga menjadi sorotan terkait transparansi dan akuntabilitas pejabat publik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *