Universitas Gadjah Mada (UGM) berduka. Argo Ericko Achfandi, mahasiswa angkatan 2024 Fakultas Hukum (FH) UGM, telah meninggal dunia. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi civitas akademika. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, FH UGM menggelar doa bersama dan tabur bunga di depan patung Dewi Keadilan. Acara ini menjadi simbol solidaritas dan komitmen kampus terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Suasana haru terasa saat dosen dan mahasiswa FH UGM berkumpul. Doa bersama dan taburan bunga menjadi ungkapan duka dan penghormatan terakhir mereka kepada Argo.
Sosok Argo di Mata Teman-Temannya
Argo dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Ia aktif dalam berbagai kegiatan kampus.
Semangatnya dalam berkuliah dan membangun hubungan dengan teman-teman lintas daerah sangat diingat.
Baginya, persahabatan adalah hal penting. Argo selalu hadir untuk teman-temannya, baik suka maupun duka.
Kenangan bersama Argo, seperti berbincang di sela kuliah, kini menjadi kenangan berharga bagi teman-temannya. Ia lebih dari sekadar teman kuliah; ia adalah sahabat.
Doa Bersama: Suasana Haru dan Refleksi Mendalam
Doa bersama bukan sekadar acara formal. Ia menjadi momen refleksi dan ungkapan duka cita.
Dalam kesunyian, doa dipanjatkan untuk Argo dan keluarga. Taburan bunga melambangkan penghormatan dan cinta.
Acara ini juga menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial di lingkungan kampus. Solidaritas di tengah duka sangat terasa.
Mahasiswa dan dosen berharap proses terkait insiden ini berjalan transparan dan adil. Kepercayaan dan keadilan menjadi hal yang diutamakan.
Komitmen FH UGM terhadap Keadilan dan Transparansi
Sebagai fakultas hukum, UGM berkomitmen pada keadilan dan transparansi. Mahasiswa bertekad mengawal proses yang sedang berjalan.
Kepergian Argo menjadi momentum untuk memperkuat integritas hukum di kampus. Kampus harus menjadi tempat yang aman dan adil.
UGM ingin memastikan setiap individu merasa aman dan terlindungi. Kebenaran dan keadilan menjadi nilai utama yang dijunjung tinggi.
Kepergian Argo menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai integritas. Kampus harus menjadi contoh dalam penegakan keadilan.
Universitas Gadah Mada kehilangan sosok yang berharga. Namun, semangat Argo akan tetap dikenang.
Semoga kepergian Argo menjadi pelajaran berharga bagi civitas akademika UGM. Semoga ia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Doa bersama dan tabur bunga menjadi simbol persatuan dan penghormatan terhadap Argo. Semangatnya akan selalu dikenang oleh teman-teman dan dosennya di FH UGM.
Kepergian Argo Ericko Achfandi menyisakan duka mendalam. Namun, semangatnya untuk keadilan akan terus hidup di hati civitas akademika UGM.





