Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Mery Hoegeng, istri mendiang Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, di Depok, Jawa Barat, pada Senin (23/6). Kunjungan ini bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-100 Ibu Mery Hoegeng. Kehadiran Kapolri disambut hangat oleh Ibu Mery dan para tamu undangan.
Yang menarik perhatian publik adalah pertemuan mendadak Jenderal Sigit dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, yang turut hadir dalam acara tersebut. Megawati datang bersama putrinya, Puan Maharani, Ketua DPR RI. Sigit terlihat memberikan hormat dan mencium tangan Megawati sebagai tanda penghormatan.
Sebelum mengunjungi kediaman Ibu Mery Hoegeng, Kapolri beserta jajarannya terlebih dahulu melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan. Ziarah ini merupakan tradisi rutin menjelang Hari Bhayangkara yang jatuh pada tanggal 1 Juli setiap tahunnya.
Upacara ziarah di TMPNU Kalibata dilakukan dengan khidmat. Kapolri memimpin upacara, diikuti dengan pengheningan cipta, peletakan karangan bunga, pembacaan doa, dan tabur bunga di makam para pahlawan, termasuk Presiden ke-3 BJ Habibie dan Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Hal ini menunjukkan penghormatan Polri terhadap jasa para pahlawan bangsa.
Pertemuan antara Jenderal Sigit dan Megawati Soekarnoputri ini cukup mengejutkan mengingat sebelumnya terdapat beberapa pernyataan publik yang terkesan kurang harmonis di antara keduanya. Megawati beberapa kali melontarkan kritikan terhadap kinerja Polri dalam pidato-pidatonya.
Pada pidato di Kantor DPP PDIP tanggal 14 Agustus 2024, Megawati secara terbuka menyatakan bahwa permintaannya untuk bertemu langsung dengan Kapolri belum mendapat respons. Ia menegaskan bahwa permintaan tersebut bukanlah bentuk intimidasi, melainkan sebagai upaya komunikasi dan silaturahmi.
“Memangnya saya enggak boleh (ketemu). Kalau orang lain saja boleh masa saya enggak boleh. Karena saya juga yang memisahkan terus saya takut, enggak, orang saya orang baik-baik,” ungkap Megawati dalam pidatonya.
Pertemuan di kediaman Ibu Mery Hoegeng bisa diartikan sebagai langkah awal untuk mencairkan suasana dan memperbaiki hubungan antara Polri dan PDIP. Meskipun belum ada keterangan resmi mengenai isi pertemuan tersebut, pertemuan ini setidaknya menunjukkan adanya upaya untuk membuka dialog dan membangun komunikasi yang lebih baik ke depannya.
Suasana silaturahmi dalam acara ulang tahun Ibu Mery Hoegeng menjadi latar yang tepat untuk pertemuan penting ini. Hal ini menunjukan bahwa momentum penting seperti ini dapat dimanfaatkan untuk menjalin kembali hubungan baik antar tokoh penting di Indonesia. Semoga pertemuan ini dapat menjadi awal dari hubungan yang lebih harmonis dan produktif bagi bangsa.
Foto yang beredar memperlihatkan suasana hangat dan penuh hormat antara Kapolri dan Megawati. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pandangan, kedua tokoh tersebut masih dapat saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Semoga ke depannya komunikasi dan kerjasama antar lembaga negara dapat terus terjalin dengan baik.
Secara keseluruhan, pertemuan ini menjadi momentum penting dalam konteks politik dan keamanan Indonesia. Semoga dapat memberikan dampak positif bagi hubungan antara Polri dan PDIP, serta menciptakan iklim politik yang lebih kondusif.





