Menteri Agus: Peternakan Ayam Napi Nusakambangan, Pelatihan Ditingkatkan!

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Agus Andrianto mengunjungi Lapas Kelas II-B Terbuka Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis (17/4/2025). Kunjungan ini dalam rangka panen perdana peternakan ayam yang dikelola warga binaan.

Panen Perdana Peternakan Ayam di Lapas Nusakambangan

Peternakan ayam di Lapas Nusakambangan mulai beroperasi sejak awal Februari 2025. Saat ini, terdapat 2.494 ekor ayam yang dipelihara dengan bantuan 10 warga binaan.

Bacaan Lainnya

Kunjungan Menkumham dan Pengecekan Kondisi Peternakan

Menkumham Agus Andrianto langsung meninjau kondisi peternakan dan berbincang dengan pihak lapas. Ia menanyakan kondisi ayam, serta proses pemeliharaan dan perawatannya.

Pelatihan dan Insentif bagi Warga Binaan

Menkumham Agus menekankan pentingnya pelatihan bagi warga binaan yang terlibat dalam peternakan ayam. Hal ini bertujuan agar mereka memiliki keterampilan yang dapat diandalkan setelah bebas nanti.

Ia juga menanyakan mengenai rencana pemberian insentif bagi warga binaan. Insentif tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi mereka untuk memulai kehidupan baru setelah menjalani masa hukuman.

Pihak lapas menjelaskan bahwa insentif akan diberikan setelah telur-telur ayam terjual maksimal dan menghasilkan perputaran ekonomi yang cukup. Hingga 16 April 2025, peternakan ayam telah menghasilkan 47.501 butir telur.

Efisiensi Biaya Pakan Ternak

Menkumham Agus juga menyinggung pentingnya efisiensi biaya pakan ayam. Ia menyarankan agar pihak lapas memanfaatkan jagung lokal sebagai bahan baku pakan.

Pihak lapas diminta untuk mencari solusi agar biaya pakan dapat ditekan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas peternakan ayam tersebut.

Kunjungan Menkumham Agus Andrianto ke Lapas Nusakambangan menandai langkah positif dalam pembinaan warga binaan melalui program ketahanan pangan. Program ini tidak hanya menghasilkan produk peternakan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan dan modal untuk masa depan mereka. Keberhasilan program ini diharapkan dapat direplikasi di lembaga pemasyarakatan lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *