Gowes Bareng Pramono Batal: JLNT Casablanca Tuai Protes Keras?

Rombongan sepeda yang akan berpartisipasi dalam acara Silaturahride bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung, pada Sabtu (19/4), telah mengubah rutenya. Keputusan ini diambil setelah munculnya penolakan dari sejumlah komunitas.

Rute Silaturahride Diubah, Hindari JLNT Casablanca

Awalnya, rute Silaturahride direncanakan melewati Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca. Namun, pertimbangan penolakan masyarakat dan aturan hukum yang melarang sepeda di JLNT membuat rute diubah.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan alasan perubahan rute tersebut. Banyak masyarakat yang keberatan dengan penggunaan JLNT Casablanca oleh pesepeda.

Rute baru Silaturahride akan meliputi jalan protokol di Jakarta. Rute ini dimulai dari Balai Kota, melewati Bundaran Patung Kuda, Bundaran HI, Simpang Susun Semanggi, dan Bundaran Senayan, sebelum kembali ke Balai Kota.

Alasan Penolakan Penggunaan JLNT Casablanca

JLNT Casablanca dirancang khusus untuk kendaraan roda empat. Desain jalan yang hanya memiliki dua lajur dan tanpa bahu jalan, membuat jalur ini tidak aman bagi pesepeda.

Adanya sepeda di JLNT Casablanca berpotensi menyebabkan kecelakaan dengan kendaraan roda empat. Oleh karena itu, penggunaan JLNT Casablanca oleh pesepeda dianggap membahayakan.

Pertimbangan Keamanan Peserta Silaturahride

Meskipun awalnya dipertimbangkan, potensi bahaya bagi pesepeda di JLNT Casablanca akhirnya menjadi pertimbangan utama. Keamanan peserta Silaturahride menjadi prioritas utama.

Dengan perubahan rute, Dishub Jakarta berharap Silaturahride dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh peserta. Rute baru ini dinilai lebih aman dan sesuai dengan aturan lalu lintas.

Detail Rute dan Waktu Pelaksanaan Silaturahride

Kegiatan Silaturahride akan berlangsung pada Sabtu, 19 April 2025, pukul 05.00 hingga 09.00 WIB. Rute sepanjang 39,27 kilometer ini akan dimulai dari Balai Kota DKI Jakarta.

Rute yang akan dilalui meliputi Bundaran HI, Simpang Susun Semanggi, Bundaran Senayan, kembali ke Simpang Susun Semanggi, Intiland Tower, putar balik di Karet Bivak, dan kembali ke Balai Kota DKI Jakarta.

Perubahan rute Silaturahride ini menunjukkan komitmen Dishub Jakarta untuk mengakomodasi keberatan masyarakat dan memastikan keselamatan para pesepeda. Semoga acara ini dapat berjalan sukses dan aman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *