Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDI Perjuangan dan mantan Gubernur Jawa Tengah, memberikan dukungan penuh kepada Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Ganjar hadir dalam sidang kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan terkait Harun Masiku.
Dukungan Ganjar dan Djarot untuk Hasto Kristiyanto
Ganjar menyatakan niatnya untuk memberikan semangat kepada Hasto dan berharap persidangan berjalan lancar.
Ia juga menyampaikan harapan agar Hasto dapat menghadapi persidangan dengan tegar dan lancar.
Selain Ganjar, Ketua DPP PDI Perjuangan lainnya, Djarot Saiful Hidayat, juga hadir dan terlihat memeluk Hasto sebelum sidang dimulai.
Dakwaan KPK terhadap Hasto Kristiyanto
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Hasto Kristiyanto atas tuduhan merintangi penyidikan kasus suap Harun Masiku.
Hasto diduga menghalangi penangkapan Harun Masiku yang telah menjadi buron sejak 2020.
Perintah kepada Harun Masiku untuk Menghindari Penangkapan
Dakwaan KPK menyebutkan Hasto memerintahkan Harun Masiku untuk merendam ponselnya agar tidak terlacak KPK saat OTT pada 8 Januari 2020.
Hasto juga diduga memerintahkan Harun Masiku untuk bersiaga di kantor DPP PDI Perjuangan guna menghindari penangkapan.
Dugaan Suap kepada Wahyu Setiawan
Selain perintangan penyidikan, Hasto juga didakwa menyuap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, sebesar Rp 600 juta.
Suap tersebut diduga diberikan agar Wahyu Setiawan mengurus penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR untuk Harun Masiku.
Jaksa menyebut Hasto melakukan hal tersebut bersama-sama Donny Tri Istiqomah, Saeful Bahri, dan Harun Masiku. Donny telah ditetapkan sebagai tersangka, Saeful Bahri telah divonis bersalah, sementara Harun Masiku masih menjadi buron.
Sidang Kasus dan Dampaknya
Persidangan kasus ini terus berjalan, menarik perhatian publik dan pengamat politik.
Hasil dari persidangan ini akan memiliki implikasi signifikan terhadap citra partai dan kepercayaan publik.
Kehadiran Ganjar dan Djarot menunjukkan dukungan penuh PDI Perjuangan kepada Hasto Kristiyanto dalam menghadapi dakwaan KPK.
Kasus ini juga menjadi sorotan karena melibatkan sejumlah tokoh penting dan menyoroti praktik politik di Indonesia.





