Bulog Target Serap Beras & Jagung: Jumlahnya Mengejutkan!

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan, tengah gencar meningkatkan stok cadangan pangan nasional. Langkah ini bertujuan menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat.

Penyerapan Jagung oleh Bulog: Target 1 Juta Ton

Bulog, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertanggung jawab atas stabilisasi pasokan pangan, ditugaskan menyerap 1 juta ton jagung sepanjang tahun 2025.

Bacaan Lainnya

Harga pembelian jagung dari petani ditetapkan sebesar Rp 5.500 per kilogram. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menunjang kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas harga jagung di pasaran.

Dengan produksi jagung nasional diperkirakan mencapai 16-17 juta ton, penyerapan 1 juta ton oleh Bulog mewakili sekitar 5-6% dari total produksi.

Pelaksanaan penugasan ini akan didukung oleh Instruksi Presiden (Inpres) untuk memastikan proses berjalan lancar dan efektif.

Bulog Incar 800 Ribu Ton Beras Hingga Akhir Maret

Selain jagung, pemerintah juga menargetkan Bulog menyerap 800 ribu ton beras setara hingga akhir Maret 2025. Panen raya saat ini tengah berlangsung dan akan mencapai puncaknya pada bulan April.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, optimis Bulog dapat mencapai target tersebut meskipun bertepatan dengan libur panjang Lebaran.

Target penyerapan beras Bulog sepanjang tahun 2025 mencapai 2 juta ton. Beras ini akan menjadi bagian dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) oleh Bulog ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram, merupakan angka yang dinilai menguntungkan bagi petani.

Upaya pemerintah dalam menyerap beras dan jagung dari petani ini merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan memastikan ketersediaan stok yang cukup, pemerintah berharap dapat melindungi petani dan konsumen dari fluktuasi harga yang merugikan. Keberhasilan program ini akan berdampak positif terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat luas. Transparansi dan pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan program ini sangat penting untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *