Bulog Amankan Stok Beras Nasional, Sewa Gudang TNI-BUMN

Bulog Amankan Stok Beras Nasional, Sewa Gudang TNI-BUMN
Bulog Amankan Stok Beras Nasional, Sewa Gudang TNI-BUMN

Perum Bulog terus berupaya mengamankan stok beras nasional. Langkah terbaru yang diambil adalah penyewaan gudang tambahan untuk menampung hasil panen petani yang menjadi bagian dari penugasan serapan gabah.

Dengan target serapan gabah setara 3 juta ton beras, Bulog telah mengamankan tambahan kapasitas penyimpanan hingga 1,1 juta ton. Penyebaran gudang sewa ini tersebar di berbagai wilayah penghasil padi di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Ekspansi Penyimpanan Bulog: Mencapai 1,1 Juta Ton Kapasitas Tambahan

Perum Bulog telah berhasil menyewa gudang tambahan dengan kapasitas total 1,1 juta ton. Gudang-gudang ini tersebar di berbagai wilayah penting penghasil padi di Indonesia.

Wilayah-wilayah tersebut mencakup seluruh Jawa, Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Strategi ini memastikan hasil panen petani dapat ditampung dengan optimal.

Sekretaris Perusahaan Bulog, Arwakhudin Widiarso, menjelaskan bahwa metode penyewaan gudang bervariasi. Beberapa gudang disewa dengan skema pembayaran langsung, sementara yang lain menggunakan sistem pinjam pakai.

Oleh karena itu, total anggaran yang dikeluarkan untuk penyewaan gudang belum dapat dipublikasikan saat ini. Bulog menegaskan bahwa anggaran untuk penyediaan gudang tidak dibatasi demi menjamin kelancaran serapan hasil panen petani.

Sumber Penyewaan Gudang: Kerjasama dengan BUMN dan Pihak Swasta

Bulog menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk penyediaan gudang tambahan. Beberapa di antaranya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

BUMN yang berpartisipasi antara lain Banda Ghara Reksa (BGR) dan ID Food. Selain itu, Bulog juga menyewa gudang milik pengusaha penggilingan padi.

Terdapat pula skema pinjam pakai gudang milik TNI. Kerjasama yang beragam ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mengamankan stok beras nasional.

Stok Beras Bulog dan Kapasitas Gudang yang Tersedia

Stok beras Bulog terus meningkat, mencapai 3,5 juta ton pada 4 Mei 2025. Angka ini mencerminkan keberhasilan program serapan hasil panen petani.

Direktur Utama Perum Bulog, Novi Helmy Prasetya, menyebut stok beras saat ini sebagai yang terbaik. Stok tersebut merupakan upaya untuk menjaga cadangan pangan pemerintah.

Novi mengakui beberapa gudang Bulog telah penuh. Namun, kerjasama dengan berbagai pihak memastikan tersedianya ruang penyimpanan yang cukup.

Total kapasitas gudang Bulog saat ini mencapai 4.929.760 ton. Rinciannya meliputi 3.255.898 ton gudang operasional Bulog, 1.161.490 ton gudang sewa dan filial, serta 512.372 ton broken space.

Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, Bulog menunjukkan komitmennya untuk menjaga ketersediaan beras di Indonesia. Kerjasama yang kuat dengan berbagai pihak, baik BUMN maupun swasta, menjadi kunci keberhasilan dalam mengamankan stok pangan nasional dan menjamin stabilitas harga di pasaran. Keberhasilan ini tidak hanya menguntungkan pemerintah, namun juga para petani yang hasil panennya dapat terserap dengan baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *