Skema Baru MBG: BGN Stop Reimburse Dapur, Solusi Efektif?

Skema Baru MBG: BGN Stop Reimburse Dapur, Solusi Efektif?
Skema Baru MBG: BGN Stop Reimburse Dapur, Solusi Efektif?

Badan Gizi Nasional (BGN) telah resmi menghapus sistem reimburse dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan ini diambil menyusul banyaknya keluhan mengenai keterlambatan pencairan dana bagi mitra program.

Kini, semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memiliki virtual account (VA) khusus untuk kelancaran transaksi. Sistem baru ini diyakini akan meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan dana.

Bacaan Lainnya

Sistem Virtual Account untuk Transaksi yang Lebih Transparan

Sistem reimburse telah sepenuhnya dihapus. Semua SPPG tidak diperbolehkan beroperasi sebelum memiliki VA dan menerima uang muka operasional.

Dana akan dicairkan setiap 10 hari operasional dapur, langsung masuk ke VA masing-masing SPPG. Hal ini dikonfirmasi Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI.

Saat ini, BGN tengah menyelesaikan proses transisi sistem untuk dapur-dapur yang sudah berjalan. Targetnya, seluruh dapur akan beralih ke sistem VA minggu ini.

Tata Cara Baru Program Makan Bergizi Gratis

Mitra program MBG kini diwajibkan mengajukan proposal setiap periode 10 hari. BGN akan memverifikasi proposal tersebut sebelum mencairkan dana ke VA mitra.

Setelah menerima dana, mitra wajib membuat laporan penggunaan dana. Siklus ini berulang setiap 10 hari, dimulai dari pengajuan proposal hingga pelaporan keuangan.

Contohnya, pada tanggal 5 Mei, mitra harus membuat proposal untuk periode 15 Mei, dan pada tanggal 15 Mei, mereka harus membuat proposal untuk periode 25 Mei sambil membuat laporan keuangan periode 5-10 Mei.

Komponen Dana MBG

Program MBG terdiri dari tiga komponen utama: bahan baku, operasional, dan insentif. Komponen bahan baku dan operasional bersifat add cost.

Setiap akhir periode, mitra harus melaporkan sisa bahan baku. Hal ini untuk memastikan efisiensi penggunaan dana dan mencegah pemborosan.

Misalnya, jika proposal untuk periode berikutnya sebesar Rp 300 juta, tetapi terdapat sisa dana Rp 50 juta, maka BGN hanya akan mengirimkan Rp 250 juta.

Pemantauan yang Lebih Efektif

Dengan sistem VA, pemantauan program MBG menjadi lebih mudah. Kementerian Keuangan bahkan dapat melacak semua transaksi di setiap VA SPPG.

Meskipun ada yayasan yang berafiliasi dengan berbagai institusi, setiap SPPG tetap memiliki VA yang terpisah. Hal ini memastikan transparansi dan akuntabilitas setiap unit.

Sistem ini diharapkan dapat meminimalisir potensi penyimpangan dan memastikan dana digunakan secara tepat sasaran untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis.

Dengan adanya perubahan sistem ini, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih efisien dan transparan, memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan terhindar dari permasalahan pencairan dana yang sebelumnya dikeluhkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *