Tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia menjadi perhatian serius. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lonjakan signifikan, dari 495.143 pengangguran lulusan universitas pada 2014 menjadi 981.203 pada Agustus 2020, meskipun angka tersebut menurun menjadi 842.378 pada Agustus 2024. Kondisi ini mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mencari kerja atau employability skills.
Meningkatkan employability skills mahasiswa bukan sekadar memberikan gelar sarjana, melainkan membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan industri. Hal ini menjadi kunci agar para lulusan dapat bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Kurikulum yang Sesuai Kebutuhan Industri
Universitas Indonesia (UI), melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), telah berupaya meningkatkan employability skills mahasiswanya. Salah satu strateginya adalah dengan menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri.
Guru Besar Tetap FEB UI bidang Ilmu Akuntansi, Ratna Wardhani, menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus dan industri. Hal ini tidak hanya dilakukan di tingkat fakultas, tetapi juga melibatkan mahasiswa secara aktif.
Mahasiswa UI diberi kesempatan untuk berpartisipasi langsung dalam proyek kolaborasi dengan industri. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk memamerkan kemampuan mereka melalui showcase.
Pentingnya Platform Internal untuk Menjembatani Mahasiswa dan Industri
FEB UI juga berencana membangun platform internal yang menghubungkan mahasiswa langsung dengan industri. Inisiatif ini bertujuan untuk meminimalisir persaingan dengan lulusan perguruan tinggi lain.
Platform ini akan menyediakan kesempatan magang bagi mahasiswa FEB UI. Dengan demikian, mahasiswa akan fokus bersaing dengan sesama mahasiswa FEB UI, bukan dengan lulusan dari kampus lain.
Konsep platform internal ini terinspirasi dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) di tingkat nasional. Namun, FEB UI akan mengembangkan platformnya sendiri agar lebih terfokus dan efektif.
Membangun Jiwa Kewirausahaan dan Daya Juang Mahasiswa
Selain kurikulum dan platform penunjang, perlu adanya penguatan jiwa kewirausahaan dan daya juang mahasiswa. Hal ini menjadi poin penting yang disoroti oleh Guru Besar Tetap FEB UI bidang Ilmu Manajemen, Ezni Balqiah.
Ezni menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami dan merasakan peluang bisnis (“sensing“). Mahasiswa didorong untuk berpartisipasi dalam kompetisi bisnis, baik nasional maupun internasional.
Fasilitas inkubator bisnis di UI juga akan dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa mengembangkan ide dan bisnis mereka. Program magang jangka pendek juga dirancang untuk memberikan pengalaman praktis dan membangun jaringan (networking) bagi mahasiswa.
Ezni juga menyoroti rendahnya daya juang beberapa mahasiswa UI, meskipun mereka memiliki kecerdasan akademik yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan soft skills, termasuk daya juang, melalui berbagai pelatihan dan pengembangan.
Dosen pun perlu beradaptasi dan siap mengubah metode pembelajaran untuk membekali mahasiswa dengan soft skills yang dibutuhkan. Hal ini akan memastikan lulusan UI siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Upaya-upaya yang dilakukan oleh FEB UI ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran lulusan perguruan tinggi. Dengan menyesuaikan kurikulum, membangun platform penunjang, dan memperkuat soft skills mahasiswa, diharapkan lulusan dapat lebih mudah terserap di dunia kerja dan berkontribusi pada perekonomian Indonesia.





