Bank DKI dan Bank Maluku Malut (BMM) resmi berkolaborasi melalui pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB). Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian pada Rabu, 5 Juni 2024 di Balai Kota Jakarta. Kehadiran pejabat penting, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Maluku, Gubernur Maluku Utara, dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menandakan dukungan kuat terhadap sinergi antar daerah ini.
Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh direktur utama kedua bank, disaksikan oleh para gubernur dan pejabat OJK. Kolaborasi ini sejalan dengan POJK No. 12/POJK.03/2020 tentang konsolidasi perbankan nasional.
Langkah Strategis Bank DKI Menuju Bank Regional Berkinerja Nasional
Bagi Bank DKI, pembentukan KUB ini merupakan langkah besar dalam transformasi menjadi bank nasional yang kuat dan kompetitif.
Kerja sama ini diharapkan memperluas jangkauan pasar Bank DKI, memperkuat struktur bisnis, dan meningkatkan kontribusi pada perekonomian daerah.
Direktur Utama Bank DKI, Agus Haryoto Widodo, menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian penting dari rencana menuju penawaran umum perdana (IPO).
Bank DKI akan menjadi pemegang saham pengendali kedua di BMM. Mereka akan aktif dalam penguatan tata kelola, manajemen risiko, sistem IT, pengembangan bisnis, dan SDM di BMM.
Semua upaya ini selaras dengan prinsip Governance, Risk & Compliance (GRC) yang terintegrasi.
Sinergi Lintas Daerah untuk Ekonomi Berkeadilan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi kolaborasi ini sebagai wujud nyata kepatuhan terhadap regulasi dan kolaborasi antar wilayah.
Ia melihat kerja sama ini bukan hanya soal modal, tetapi juga semangat membangun Indonesia dari daerah, dengan Jakarta sebagai pendukung.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, optimistis kolaborasi ini akan memperkuat layanan bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Dukungan Bank DKI, menurutnya, akan mengakselerasi transformasi layanan keuangan BMM dan berdampak positif pada ekonomi daerah.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoandra, menambahkan pentingnya kolaborasi ini di tengah tantangan ekonomi dan percepatan digitalisasi perbankan.
Langkah ini merupakan bentuk adaptasi dan kolaborasi yang tepat di era penuh tantangan.
Komitmen untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata visi yang telah dibangun sejak 2022.
Kolaborasi ini bukan hanya pemenuhan regulasi, tetapi juga model penguatan Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang kolaboratif, strategis, dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Direktur Utama BMM, Syahrisal Imbar, berharap kerja sama ini menjadi awal transformasi besar bagi BMM.
Ia juga berharap kolaborasi ini membuka peluang kerja sama ekonomi antara pengusaha Maluku dan Maluku Utara dengan pelaku usaha di Jakarta.
Tentang KUB Bank DKI–BMM
Inisiasi pembentukan KUB Bank DKI dan BMM dimulai sejak tahun 2024.
Tujuan pembentukan KUB ini meliputi pemenuhan modal inti minimum, penguatan ketahanan dan daya saing BPD, serta integrasi teknologi dan tata kelola.
- Memenuhi ketentuan modal inti minimum.
- Memperkuat ketahanan, efisiensi, dan daya saing BPD.
- Mendorong integrasi teknologi, budaya kerja, dan tata kelola.
- Menjadi pilar value creation dalam transformasi dan persiapan IPO Bank DKI.
Bank DKI memproyeksikan sinergi ini akan memberikan kontribusi positif pada laporan konsolidasi dalam 6-12 bulan mendatang.
Langkah Bank DKI ini menunjukkan transformasi bank daerah menjadi pemain utama dalam industri perbankan nasional.
Kolaborasi ini merupakan investasi untuk masa depan yang berkelanjutan, membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang di kedua daerah.





