CEPA Indonesia-EU: Kesepakatan Raksasa Akhirnya Rampung Setelah 9 Tahun

Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama strategis dengan Uni Eropa, terutama di bidang ekonomi dan perdagangan. Hal ini ditunjukkan dengan kemajuan signifikan dalam perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Perundingan IEU-CEPA yang telah berlangsung selama sembilan tahun, diproyeksikan rampung pada tahun 2025. Hal ini menandakan komitmen kuat kedua belah pihak untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

Bacaan Lainnya

IEU-CEPA di Tahap Akhir: Pertemuan Bilateral di Brussels

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan European Union Commissioner for Trade and Economic Security Maroš Šefčovič di Brussels, Belgia pada 6 Juni 2025.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi intensif sebelumnya, termasuk pertemuan virtual pada 5 Mei 2025. Tujuan utama pertemuan ini adalah untuk mendorong penyelesaian perundingan IEU-CEPA pada tahun 2025.

Menko Airlangga menekankan pentingnya kerja sama ini di tengah ketidakpastian ekonomi global. IEU-CEPA menjadi momentum penting untuk menghadapi tantangan global bersama.

Tren Positif Hubungan Ekonomi Indonesia-Uni Eropa

Nilai perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, nilai perdagangan mencapai US$ 30,1 miliar.

Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar kelima Indonesia, sementara Indonesia berada di peringkat ke-33 sebagai mitra dagang Uni Eropa.

Indonesia menikmati surplus perdagangan yang signifikan, meningkat dari US$ 2,5 miliar pada 2023 menjadi US$ 4,5 miliar pada 2024.

Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas kesepakatan penting mengenai perdagangan dan pertumbuhan berkelanjutan. Kerangka kerja keberlanjutan (sustainability framework) juga telah disepakati.

Indonesia berupaya agar Uni Eropa memberikan preferensi yang sama kepada produk perikanan Indonesia seperti yang diberikan kepada negara-negara mitra lainnya. Potensi perikanan Indonesia yang besar perlu dimanfaatkan untuk akses pasar Eropa.

Penyelesaian Perundingan IEU-CEPA di Akhir Juni 2025

Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas pernyataan Komisioner Maros mengenai kebijakan Uni Eropa untuk mengurangi deforestasi dan kerusakan hutan. Kebijakan ini memberikan perlakuan khusus kepada negara-negara dengan FTA/CEPA.

Indonesia dan Uni Eropa sepakat menyelesaikan isu-isu yang tersisa. Pengumuman penyelesaian substansi perundingan ditargetkan pada akhir Juni 2025.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, Duta Besar RI untuk Uni Eropa Andri Hadi, dan sejumlah pejabat terkait turut mendampingi Menko Airlangga dalam pertemuan tersebut.

Secara keseluruhan, penyelesaian IEU-CEPA menandai babak baru dalam hubungan ekonomi Indonesia-Uni Eropa. Kerja sama yang kuat ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan kedua belah pihak, serta berkontribusi pada stabilitas ekonomi global di tengah berbagai tantangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *