Pemerintah Kabupaten Kudus berencana menghadirkan “car free night” di Alun-alun Kudus. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan warga ruang publik yang bebas polusi udara dan sekaligus merangsang perekonomian lokal. Suksesnya program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif para pedagang kaki lima (PKL).
Program ini diharapkan menjadi penyeimbang bagi program “car free day” yang sudah berjalan. Warga akan mendapatkan pilihan untuk menikmati suasana kota yang tenang dan bebas polusi baik di siang maupun malam hari.
Car Free Night: Menunggu Komitmen Pedagang
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menekankan pentingnya komitmen pedagang dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban di Alun-alun Kudus. Pemkab Kudus baru akan melanjutkan rencana “car free night” jika seluruh aspek tersebut terpenuhi.
Keberhasilan program “car free day” yang telah ada menjadi acuan. Acara ini tidak hanya menyediakan ruang rekreasi, tetapi juga menjadi wadah promosi bagi UMKM setempat.
Upaya Pemkab Kudus dalam Menjaga Kebersihan dan Higienitas
Pemkab Kudus secara aktif mengkampanyekan peningkatan kebersihan dan higienitas di lingkungan pasar dan tempat usaha. Pemberian celemek kepada PKL dan promosi penggunaan sarung tangan menjadi bagian dari upaya ini.
Pengurangan sampah plastik juga menjadi fokus utama. Imbauan kepada masyarakat untuk membawa tas belanja sendiri, botol minum sendiri, dan menghindari sedotan plastik terus digalakkan.
Kampanye Peduli Lingkungan
Pemkab Kudus juga mendorong penggunaan wadah makan yang dapat digunakan kembali. Upaya ini bertujuan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat bagi semua warga.
Para pedagang diimbau untuk turut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat berjualan mereka.
Dukungan PKL dan Prospek Car Free Night
Yanuar Hilmi, Koordinator PKL Car Free Day Kudus, memberikan tanggapan positif terhadap imbauan Bupati. Para pedagang, katanya, sudah banyak yang menggunakan celemek dan menjaga kebersihan tempat berjualan.
Jumlah pedagang yang terlibat dalam “Car Free Day” mencapai 585 hingga 600 orang, dengan pergantian pedagang yang silih berganti. Antrean panjang untuk mendapatkan tempat berjualan menunjukkan tingginya animo para PKL.
Lokasi berjualan tersebar di beberapa titik strategis, meliputi Simpang 7 Kudus, Jalan A Yani, Jalan Ramelan, hingga Gang 4 Kudus. Pemkab Kudus rutin mengingatkan pedagang akan pentingnya menjaga kebersihan dan kerap menyelenggarakan lomba untuk meningkatkan kesadaran.
Lomba hias lapak, penggunaan celemek dan sarung tangan, serta pengelolaan sampah menjadi bagian dari upaya tersebut. Suksesnya “car free day” menjadi modal penting bagi keberhasilan “car free night” di masa mendatang. Dengan komitmen dari seluruh pihak, program ini berpotensi besar meningkatkan kualitas hidup warga Kudus dan menunjang perekonomian lokal.





