Di tengah hamparan sawah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sebuah gudang sederhana menyimpan potensi besar. Gudang terbuka itu penuh dengan serbuk gergaji, limbah yang dulunya menjadi masalah, kini menjadi kunci keberhasilan program *co-firing* biomassa. Kisah Syamsul Hadi, seorang pengusaha muda, menunjukkan bagaimana pemanfaatan limbah kayu ini telah membawa dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian lokal.
Program *co-firing* biomassa, yang mengganti sebagian batu bara dengan bahan bakar alternatif dari biomassa, terbukti efektif mengurangi emisi karbon. Sukses Syamsul menjadi contoh nyata bagaimana inisiatif swasta dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.
Dari Limbah Kayu Menjadi Energi Bersih
Syamsul Hadi (33), pendiri PT Syahroni Rizki Mandiri, memanfaatkan limbah kayu berupa serbuk gergaji dari berbagai *sawmill* di Nusa Tenggara Barat. Ia mengumpulkan serbuk gergaji ini dan mengubahnya menjadi bahan bakar alternatif bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Dulunya, limbah kayu ini menjadi sumber keluhan masyarakat. Sekarang, berkat program *co-firing*, limbah tersebut telah bertransformasi menjadi sumber energi terbarukan.
Kerja Sama dengan PLN dan Pasokan Biomassa yang Meningkat
Perusahaan Syamsul mulai memasok biomassa ke PLTU Jeranjang dan PLTU Sumbawa Barat sejak Februari 2023. Awalnya, pasokan masih terbatas, hanya 100 ton per bulan.
Namun, pada Juni 2023, PT Syahroni Rizki Mandiri berhasil mendapatkan kontrak kerja sama dengan PLN Energi Primer Indonesia (EPI). Kini, perusahaan tersebut memasok 4.000 hingga 5.000 ton biomassa setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan PLTU.
Dampak Positif bagi Lingkungan dan Ekonomi Lokal
Penggunaan biomassa sebagai bahan bakar alternatif secara signifikan mengurangi ketergantungan pada batu bara. Hal ini berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan pencemaran lingkungan.
Selain itu, program ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Syamsul mempekerjakan banyak warga sekitar dan memberikan alternatif pendapatan baru bagi para pengrajin kayu.
Peluang Kerja Baru
Dengan meningkatnya permintaan biomassa, program *co-firing* ini membuka lapangan kerja baru di Lombok Tengah dan sekitarnya. Hal ini membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.
Pemanfaatan Limbah yang Efektif
Program ini sukses mengubah limbah kayu yang sebelumnya menjadi masalah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Ini menunjukkan pentingnya inovasi dalam pengelolaan limbah.
Kisah sukses Syamsul Hadi dan PT Syahroni Rizki Mandiri menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dapat menghasilkan solusi inovatif untuk masalah lingkungan dan ekonomi. Model bisnis ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk mengelola limbah kayu dan mengurangi emisi karbon secara berkelanjutan. Dengan pemanfaatan sumber daya lokal yang bijak, Indonesia dapat menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.





