Lari maraton semakin populer di Indonesia, namun olahraga ini menyimpan risiko serangan jantung dan henti jantung mendadak. Menjelang Surabaya Medic Air Run 2025, Mayapada Hospital Surabaya mengkampanyekan “safe running” dan menyoroti pentingnya kesiapan medis dalam menghadapi kondisi darurat jantung.
Mayapada Hospital Surabaya telah menyiapkan layanan Cardiac Emergency 24 jam, termasuk tindakan Primary Percutaneous Coronary Intervention (Primary PCI) yang dapat dilakukan kurang dari 90 menit. Kecepatan penanganan ini sangat krusial dalam mengurangi risiko kematian dan komplikasi serius akibat serangan jantung.
Penanganan Darurat Serangan Jantung di Mayapada Hospital Surabaya
Primary PCI merupakan prosedur medis untuk membuka sumbatan pembuluh darah koroner penyebab serangan jantung. Tindakan ini bertujuan mengembalikan aliran darah ke jantung secepat mungkin.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Jantung Intervensi, dr. Deo Idarto, menjelaskan pentingnya kecepatan dalam penanganan serangan jantung. Setiap detik sangat berharga untuk mencegah kerusakan permanen pada jantung.
Prosedur Primary PCI melibatkan memasukkan kateter ke pembuluh darah koroner, lalu mengembangkan pembuluh darah yang menyempit dengan balon dan memasang stent untuk menjaga agar tetap terbuka. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Jantung Intervensi, dr. Samuel Sudanawidjaja, menjelaskan detail teknis prosedur ini.
Dalam beberapa kasus, pemasangan stent dapat sulit, sehingga dibutuhkan teknologi tambahan seperti IVUS dan Rotablator. IVUS membantu visualisasi detail pembuluh darah, sementara Rotablator digunakan untuk mengikis plak keras yang menyumbat pembuluh darah.
Alternatif Penanganan dan Kondisi Jantung Lainnya
Jika Primary PCI tidak berhasil membuka sumbatan, operasi bypass jantung (CABG) menjadi pilihan alternatif. Prosedur ini menciptakan jalur baru untuk aliran darah ke otot jantung.
Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Konsultan Vaskular dan Endovaskular, Dr. dr. Yan Efrata Sembiring, menjelaskan tentang CABG sebagai solusi terakhir jika pemasangan stent gagal.
Selain serangan jantung, aritmia juga merupakan kondisi darurat jantung yang perlu diwaspadai. Aritmia ditandai dengan irama jantung yang tidak teratur, terlalu cepat, atau terlalu lambat.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia, dr. Rerdin Julario, menjelaskan bahwa aritmia dapat ditangani dengan ablasi jantung, prosedur minimal invasif untuk menghilangkan kelainan listrik jantung.
Tips Aman Berlari dan Layanan Kesehatan Mayapada Hospital
Sebelum mengikuti maraton, penting untuk memastikan kesehatan jantung dalam kondisi prima. Mayapada Hospital Surabaya menawarkan paket Medical Check Up (MCU) Runner dengan harga spesial, termasuk pemeriksaan EKG gratis dan tes VO2Max.
Layanan Cardiovascular Center di Mayapada Hospital memberikan layanan komprehensif untuk kesehatan jantung, mulai dari deteksi dini hingga rehabilitasi. Tersedia pula Sport Injury Treatment and Performance Center (SITPEC) untuk pemeriksaan fisik dan stamina.
SITPEC menyediakan fasilitas lengkap seperti gym, tes VO2Max, dan Body Composition Analysis. Para dokter spesialis kedokteran olahraga dan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi berkolaborasi dengan dokter jantung untuk memberikan rekomendasi latihan yang sesuai.
Pemesanan layanan konsultasi dan MCU Runner dapat dilakukan melalui aplikasi MyCare. Aplikasi ini juga menyediakan fitur Personal Health untuk memantau aktivitas olahraga dan fitur Health Articles & Tips.
Mayapada Hospital bekerja sama dengan berbagai asuransi kesehatan, termasuk Allianz, untuk kemudahan layanan rawat inap dan rawat jalan secara cashless. Unduh aplikasi MyCare untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan berbagai reward point.
Dengan kesiapan fasilitas dan tenaga medis yang memadai, Mayapada Hospital Surabaya berkomitmen mendukung para pelari untuk berpartisipasi dalam Surabaya Medic Air Run 2025 dengan aman dan sehat. Pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum berpartisipasi dalam kegiatan olahraga intensif seperti maraton tidak bisa diabaikan untuk mencegah risiko kesehatan yang serius.





