Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Diperluas, Tak Perlu Tunggu Ulang Tahun
Pemerintah memperluas akses program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Warga kini tak perlu lagi menunggu ulang tahun untuk memeriksakan kesehatannya.
Langkah ini diklaim untuk mempercepat penanganan jika ada keluhan kesehatan yang tak bisa ditunda. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, banyak warga yang menunda pemeriksaan hingga Desember, padahal sudah merasakan keluhan.
Cek Kesehatan Gratis: Langkah Preventif Cegah Penyakit Berat
Wamenkes Dante berharap CKG bisa menjadi langkah preventif. Pemeriksaan rutin diharapkan mencegah penyakit menjadi lebih parah.
Dengan deteksi dini, diharapkan biaya pengobatan penyakit berat lewat jaminan kesehatan dapat ditekan. Program ini juga mencakup pemeriksaan kesehatan jiwa, yang dianggap sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Jenis Pemeriksaan Kesehatan Gratis Berdasarkan Usia
CKG menawarkan berbagai pemeriksaan, disesuaikan dengan kelompok usia. Berikut rinciannya:
Bayi Baru Lahir
Bayi baru lahir akan diperiksa untuk beberapa kondisi bawaan. Pemeriksaan meliputi kekurangan hormon tiroid, enzim pelindung sel darah merah (G6PD), hormon adrenal, penyakit jantung kritis, kelainan saluran empedu, dan pemantauan pertumbuhan (berat badan).
Balita dan Anak Prasekolah
Untuk balita dan anak prasekolah, pemeriksaan fokus pada pertumbuhan dan perkembangan. Pemeriksaan juga mencakup deteksi tuberkulosis, pemeriksaan telinga, mata, gigi, serta skrining thalasemia dan gula darah (usia 2 tahun).
Dewasa dan Lansia
Kelompok dewasa dan lansia mendapatkan pemeriksaan yang lebih komprehensif. Pemeriksaan meliputi kebiasaan merokok, aktivitas fisik, status gizi, gigi, tekanan darah, gula darah, dan risiko penyakit jantung dan stroke (usia 40 tahun ke atas).
Pemeriksaan Lanjutan Dewasa dan Lansia
Pemeriksaan fungsi ginjal (usia 40 tahun ke atas), tuberkulosis, PPOK, kanker payudara (usia 30 tahun ke atas), kanker leher rahim (usia 30 tahun ke atas), kanker paru (usia 45 tahun ke atas), dan kanker usus besar (usia 50 tahun ke atas) juga termasuk. Pemeriksaan mata, telinga, kesehatan jiwa, hati (Hepatitis B, C, dan sirosis), serta skrining untuk calon pengantin (anemia, sifilis, HIV) juga tersedia. Lansia berusia 60 tahun ke atas mendapatkan pemeriksaan geriatri khusus.
Manfaat dan Dampak Positif CKG
Hasil pemeriksaan CKG menunjukkan temuan yang beragam. Banyak kasus hipertensi, diabetes, kelainan gigi, telinga, dan masalah kesehatan lainnya terdeteksi.
Pemeriksaan laboratorium terkait penyakit jantung dan pembuluh darah juga menghasilkan temuan signifikan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat dan menekan angka penyakit kronis. Akses yang dipermudah diharapkan meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendorong deteksi dini berbagai penyakit. Dengan demikian, kualitas hidup masyarakat dapat meningkat berkat akses layanan kesehatan yang lebih baik dan terjangkau.





