Penyanyi kenamaan Michael Bolton didiagnosis mengidap glioblastoma, jenis kanker otak yang agresif dan langka, pada tahun 2023. Diagnosis ini mengejutkan keluarga dan publik, mengingat kesibukan Bolton di dunia hiburan saat itu. Putrinya, Taryn Bolton, menceritakan perjalanan panjang deteksi penyakit hingga pengobatan yang dijalani sang ayah.
Awalnya, keluarga Bolton mengabaikan beberapa gejala yang muncul. Mereka menganggapnya sebagai kelelahan dan stres biasa akibat jadwal kegiatan Bolton yang padat.
Gejala Awal yang Terlewatkan
Gejala pertama muncul saat keluarga Bolton bermain bowling. Taryn menyadari adanya keanehan pada perilaku ayahnya. Namun, pada saat itu, mereka belum menyadari keseriusan kondisi tersebut.
Gejala-gejala lain yang muncul kemudian antara lain masalah keseimbangan, mual, dan perubahan kepribadian. Keluarga awalnya menghubungkan gejala ini dengan kelelahan dan tuntutan pekerjaan Bolton yang sangat tinggi.
Puncaknya terjadi setelah Thanksgiving 2023. Bolton mengalami jatuh dari kursinya dan sakit kepala hebat. Barulah saat itu keluarga menyadari seriusnya kondisi kesehatan sang ayah dan membawanya ke rumah sakit.
Diagnosis dan Pengobatan Glioblastoma
Pemeriksaan MRI mengkonfirmasi adanya tumor otak. Tumor tersebut kemudian diangkat melalui operasi. Setelah operasi, dokter memastikan diagnosis glioblastoma.
Glioblastoma adalah kanker otak yang sangat agresif dan memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi. Bolton menjalani rangkaian pengobatan radiasi dan kemoterapi yang selesai pada Oktober 2024.
Setelah pengobatan, Bolton menjalani pemeriksaan MRI secara rutin setiap dua bulan untuk memantau perkembangan penyakitnya. Hasil pemindaian terakhir pada awal April 2025 menunjukkan hasil yang bersih, tanpa tanda-tanda kekambuhan.
Peringatan dari Ahli Onkologi
Dr. Ingo Mellinghoff, ahli onkologi saraf Bolton dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center, menjelaskan gejala umum glioblastoma.
Gejala-gejala ini meliputi perubahan kepribadian mendadak, sakit kepala hebat, kejang, gangguan koordinasi, serta kelemahan dan kelumpuhan otot.
Perubahan sensasi pada tubuh, seperti mati rasa di salah satu sisi tubuh, juga menjadi tanda yang perlu diwaspadai.
Bahkan perubahan pola bicara yang tidak biasa juga bisa menjadi indikasi adanya masalah serius. Hal ini karena setiap individu memiliki pola bicara yang unik.
Meskipun begitu, Dr. Mellinghoff mengingatkan bahwa glioblastoma tergolong penyakit yang langka. Banyak gejala yang tidak spesifik, sehingga penting untuk berhati-hati agar tidak menimbulkan kepanikan berlebihan.
Pengalaman keluarga Bolton menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan perilaku atau kesehatan yang tidak biasa. Deteksi dini sangat krusial dalam penanganan kanker otak, termasuk glioblastoma.
Kisah Michael Bolton menjadi pengingat penting untuk selalu memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan.





