Konsumsi makanan ultra-proses (UPF) dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dini, menurut sebuah meta-analisis terbaru yang melibatkan 240.000 peserta. Temuan ini menekankan pentingnya memperhatikan jenis makanan yang kita konsumsi untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Penelitian yang dilakukan oleh School of Public Health di University of Sao Paulo, Brazil, ini menganalisis data konsumsi makanan dari individu berusia 30 hingga 69 tahun. Hasilnya menunjukkan korelasi yang signifikan antara konsumsi UPF dan risiko kematian prematur.
Kaitan Makanan Ultra-Proses dan Kematian Dini
Studi ini dipimpin oleh Carlos Augusto Monteiro, pencipta istilah “makanan ultra-proses” dan sistem klasifikasi NOVA. Ia menemukan peningkatan 10 persen konsumsi kalori dari makanan ultra-proses dikaitkan dengan peningkatan hampir 3 persen risiko kematian dini.
Monteiro menjelaskan bahwa makanan ultra-proses mengandung sedikit atau bahkan tanpa bahan makanan utuh. Makanan ini diproduksi dari bahan-bahan murah yang telah melalui manipulasi kimiawi ekstensif.
Apa Itu Makanan Ultra-Proses?
Makanan ultra-proses seringkali ditambahkan bahan sintetis untuk meningkatkan rasa, tekstur, dan daya tahan simpan. Bahan-bahan tambahan ini bertujuan membuat makanan tersebut lebih menarik dan menimbulkan ketagihan.
Proses pengolahan yang ekstrem ini dapat membuat tubuh bereaksi negatif, menganggu atau bahkan merusak sistem tubuh, tergantung pada kerentanan individu dan jumlah konsumsi UPF.
Dampak Kesehatan Konsumsi Makanan Ultra-Proses
Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan kaitan antara konsumsi UPF yang tinggi dengan berbagai masalah kesehatan. Studi tahun 2024 misalnya, menemukan peningkatan risiko kematian terkait penyakit kardiovaskular dan gangguan mental hingga 50 persen.
Selain itu, asupan UPF yang tinggi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kecemasan (53 persen), obesitas (55 persen), gangguan tidur (41 persen), diabetes tipe 2 (40 persen), dan depresi. Bahkan, risiko kematian dini karena sebab apapun juga meningkat hingga 20 persen.
Peneliti mendefinisikan “asupan lebih tinggi” sebagai penambahan satu porsi atau sekitar 10 persen lebih banyak makanan ultra-proses per hari.
Kesimpulannya, temuan ini menguatkan pentingnya mengurangi konsumsi makanan ultra-proses demi kesehatan jangka panjang. Memilih makanan yang lebih alami dan kurang diolah merupakan langkah penting untuk mencegah berbagai penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup.
Lebih lanjut, penelitian ini mendorong perlunya edukasi publik yang lebih intensif tentang bahaya konsumsi makanan ultra-proses dan pentingnya memilih pola makan yang sehat dan seimbang.
Dengan memahami dampak negatif UPF terhadap kesehatan, kita dapat membuat pilihan yang lebih bijak dalam konsumsi makanan sehari-hari dan menjaga kesehatan tubuh secara optimal.





