Federasi Diabetes Internasional (IDF) baru-baru ini menggemparkan dunia medis dengan pengakuan resmi terhadap diabetes tipe 5. Jenis diabetes ini, yang terkait dengan kekurangan gizi, menyerang remaja dan dewasa muda di negara-negara berkembang. Penemuan ini menimbulkan banyak pertanyaan, terutama mengenai perbedaannya dengan jenis diabetes lainnya, memicu diskusi luas di media sosial. Banyak yang masih bertanya-tanya tentang keberadaan dan karakteristik diabetes tipe 3 dan 4.
Diabetes, penyakit yang kompleks, hadir dalam berbagai bentuk. Selain tipe 1, tipe 2, dan diabetes gestasional yang lebih dikenal luas, terdapat beberapa jenis lain yang patut dipahami. Artikel ini akan menjelaskan berbagai tipe diabetes, termasuk tipe 3, 4, dan yang terbaru, tipe 5.
Mengenal Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2
Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun kronis. Sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas, sehingga tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang dibutuhkan untuk mengolah gula darah. Kondisi ini menyebabkan kadar glukosa dalam darah meningkat secara signifikan.
Penderita diabetes tipe 1 memerlukan suntikan insulin harian dan pemantauan gula darah secara teratur. Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat menderita diabetes tipe 1.
Diabetes tipe 2, berbeda dengan tipe 1, ditandai oleh resistensi insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin secara efektif. Tubuh mungkin memproduksi insulin, tetapi sel-sel tidak meresponnya dengan baik.
Kadar gula darah tinggi yang kronis akibat diabetes tipe 2 dapat memicu berbagai komplikasi serius, termasuk penyakit jantung, stroke, dan masalah pada mata, ginjal, dan kaki.
Mitos dan Fakta Mengenai Diabetes Tipe 3 dan 4
Istilah “diabetes tipe 3” sering dikaitkan dengan penyakit Alzheimer. Beberapa peneliti berteori bahwa resistensi insulin dan disfungsi faktor pertumbuhan mirip insulin di otak berkontribusi pada perkembangan penyakit Alzheimer.
Namun, penting untuk dicatat bahwa diabetes tipe 3 bukanlah klasifikasi medis resmi yang diakui oleh organisasi kesehatan besar seperti Asosiasi Diabetes Amerika. Istilah ini masih dalam tahap penelitian dan tidak digunakan dalam klasifikasi penyakit diabetes.
Sedangkan diabetes tipe 4, sering disebut juga sebagai diabetes tipe 2 terkait usia lanjut, dikaitkan dengan proses penuaan dan resistensi insulin pada orang tua tanpa obesitas. Studi pada tikus menunjukkan kemungkinan jenis diabetes ini sering terlewatkan dalam diagnosis karena gejala yang kurang khas.
Diabetes tipe 4 mungkin kurang terdeteksi karena sering muncul pada lansia tanpa kelebihan berat badan atau obesitas, berbeda dengan profil penderita diabetes tipe 2 yang umumnya mengalami obesitas.
Diabetes Tipe 5: Pengakuan Resmi dan Karakteristiknya
Pada April 2025, IDF secara resmi mengakui diabetes tipe 5. Ini merupakan jenis diabetes yang terkait dengan kekurangan gizi, terutama pada masa kanak-kanak atau remaja. Diabetes tipe 5 sering kali disalahdiagnosis sebagai diabetes tipe 1 atau tipe 2 di masa lalu.
Diabetes tipe 5 berkaitan erat dengan kekurangan gizi dan indeks massa tubuh (IMT) yang sangat rendah, di bawah 18,5 kg/m². Berbeda dengan diabetes tipe 2, produksi dan pelepasan glukosa oleh hati ke dalam aliran darah pada penderita diabetes tipe 5 lebih rendah.
Penemuan dan pengakuan resmi diabetes tipe 5 menunjukkan kompleksitas penyakit diabetes dan pentingnya diagnosis yang akurat. Pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai jenis diabetes sangat krusial untuk pencegahan dan pengobatan yang efektif. Ke depannya, penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk memahami secara lebih luas mengenai diabetes tipe 5 dan dampaknya terhadap kesehatan global.





