Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Wihaji, berencana meluncurkan program pelatihan pra-nikah bagi calon pengantin. Inisiatif ini bertujuan untuk mempersiapkan pasangan muda menghadapi tantangan dan dinamika kehidupan berkeluarga.
Wihaji menekankan pentingnya edukasi dini bagi calon pengantin. Ia memandang persiapan menuju pernikahan tidak hanya sebatas urusan administrasi, namun juga mencakup pemahaman mendalam tentang membangun keluarga yang harmonis dan sehat.
Sekolah Keluarga Berencana: Wadah Pembinaan Calon Pengantin
Konsep pelatihan ini akan dijalankan melalui “Sekolah Keluarga Berencana”. Sekolah ini akan menjadi pusat pembelajaran bagi calon pengantin untuk membangun fondasi keluarga yang kuat.
Berbeda dari pendidikan formal, Sekolah Keluarga Berencana akan memfokuskan diri pada materi-materi praktis dan relevan dengan kehidupan berumah tangga. Kurikulum akan dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan.
Kurikulum yang Komprehensif untuk Kehidupan Berumah Tangga
Materi pelatihan akan disusun secara bertahap, mulai dari dasar hingga tingkat lanjut. Hal ini bertujuan agar calon pengantin memperoleh pemahaman yang menyeluruh dan mendalam.
Materi yang akan diajarkan mencakup berbagai aspek kehidupan berkeluarga, seperti manajemen keuangan, komunikasi efektif, pengasuhan anak, hingga penyelesaian konflik. Semua dirancang untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan tangguh.
Sekolah Keluarga Berencana juga akan membahas pentingnya kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Materi ini akan disampaikan secara komprehensif dan mudah dipahami.
Selain itu, pelatihan juga akan menekankan pentingnya peran masing-masing pasangan dalam membangun rumah tangga. Ini mencakup pembagian tanggung jawab dan kolaborasi dalam pengambilan keputusan.
Pentingnya Keluarga sebagai Institusi Terkecil Negara
Wihaji menegaskan pentingnya keluarga sebagai pondasi utama masyarakat. Ia melihat keluarga sebagai institusi terkecil namun paling krusial dalam pembangunan bangsa.
Menurutnya, ketahanan keluarga sangat berpengaruh terhadap stabilitas dan kemajuan suatu negara. Oleh karena itu, investasi dalam pendidikan dan pembinaan keluarga sangat penting.
Dengan adanya Sekolah Keluarga Berencana, diharapkan calon pengantin lebih siap menghadapi tantangan kehidupan berkeluarga dan mampu membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Program ini menjadi langkah proaktif pemerintah dalam memperkuat institusi keluarga di Indonesia.
Melalui pelatihan ini, diharapkan angka perceraian dapat ditekan dan kualitas keluarga Indonesia dapat meningkat. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Secara keseluruhan, program pelatihan pra-nikah ini merupakan inisiatif yang positif dan perlu didukung. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai, diharapkan para calon pengantin mampu membangun rumah tangga yang bahagia dan harmonis, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.





