Kekurangan dana yang dialami atlet binaraga Kabupaten Malang untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 berujung pada tindakan yang mengkhawatirkan. Mereka terpaksa mengonsumsi ayam mati, yang dikenal sebagai “ayam tiren,” demi memenuhi kebutuhan protein.
Viral di media sosial, video yang memperlihatkan para atlet membersihkan dan mengolah ayam tiren di kamar mandi menyoroti permasalahan serius terkait alokasi dana dan dampaknya terhadap kesehatan atlet.
Atlet Binaraga Malang Konsumsi Ayam Tiren Akibat Krisis Anggaran
Konfirmasi datang langsung dari Ketua Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Malang, Indra Khusnul. Ia mengakui bahwa atlet-atlet yang terlihat dalam video tersebut memang atlet binaannya.
Indra menjelaskan, pencairan dana yang diajukan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Malang untuk Porprov 2025 mengalami keterlambatan. Hal ini memaksa para atlet mencari alternatif murah untuk memenuhi kebutuhan protein tinggi guna mendukung latihan intensif mereka.
Bahaya Konsumsi Ayam Tiren bagi Kesehatan Atlet
Konsumsi ayam tiren menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan, demikian ditegaskan Prof. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Ayam yang mati bukan karena pemotongan layak berpotensi terkontaminasi berbagai mikroorganisme berbahaya seperti bakteri, parasit, dan jamur. Hal ini dapat menyebabkan berbagai infeksi saluran pencernaan, mulai dari diare hingga demam tifus.
Risiko semakin meningkat jika ayam tiren tersebut mengandung formalin atau pengawet kimia lainnya. Bahan-bahan berbahaya ini sering digunakan untuk memperpanjang masa simpan makanan, meskipun ilegal dan membahayakan kesehatan.
Prof Ari menyatakan keprihatinannya atas kondisi ini. Atlet yang berjuang keras demi mengharumkan nama daerahnya justru harus mengonsumsi makanan berisiko tinggi untuk memenuhi kebutuhan protein.
Solusi dan Pencegahan Kejadian Berulang
Dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH, spesialis penyakit dalam lainnya, turut menyoroti bahaya konsumsi ayam tiren. Ia menekankan pentingnya larangan konsumsi ayam tiren.
Berbeda dengan ayam potong yang berasal dari ayam sehat dan disembelih dengan prosedur yang tepat, ayam tiren memiliki penyebab kematian yang tidak jelas. Ayam tersebut bisa mati karena sakit, stres, atau bahkan penyakit menular.
Kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah daerah. Penanganan anggaran untuk kegiatan olahraga perlu mendapat perhatian serius agar tidak mengorbankan kesehatan dan keselamatan atlet.
Transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan dana olahraga sangat krusial. Sistem pengawasan yang ketat juga dibutuhkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Selain itu, perlu adanya edukasi kepada atlet mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi dan aman. Pencegahan dini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan performa para atlet.
Kasus ini menjadi sorotan penting tentang pentingnya dukungan pemerintah terhadap atlet, tidak hanya dalam hal pelatihan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk asupan nutrisi yang sehat dan aman. Semoga kejadian ini dapat menjadi momentum perbaikan dalam pengelolaan anggaran dan perhatian lebih terhadap kesehatan para atlet.





