Kabar Baik Ternyata Juga Bisa Bikin Jantung Berdebar?

Kabar Baik Ternyata Juga Bisa Bikin Jantung Berdebar?
Kabar Baik Ternyata Juga Bisa Bikin Jantung Berdebar?

Adegan dramatis di film atau sinetron, di mana tokoh utama tiba-tiba memegang dada dan kolaps setelah mendengar kabar buruk, ternyata bisa terjadi di dunia nyata. Meskipun tidak sering, reaksi ini menunjukkan dampak signifikan stres emosional terhadap kesehatan jantung.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Susetyo Atmojo, SpJP, menjelaskan bahwa reaksi ini bukan hanya dipicu oleh kabar buruk. Respons berlebihan terhadap segala jenis kabar, baik buruk maupun baik, dapat memicu masalah jantung.

Bacaan Lainnya

Stres Emosional dan Risiko Jantung

Menurut dr. Susetyo, kabar mendadak—entah itu buruk atau sangat membahagiakan—menimbulkan beban tambahan pada jantung. Tubuh bereaksi secara fisik terhadap emosi yang kuat.

Beban ini dapat memperparah kondisi bagi mereka yang sudah memiliki masalah jantung sebelumnya. Kondisi seperti aterosklerosis, penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak, bisa memburuk dan menyebabkan ruptur pembuluh darah, yang berujung pada kolaps.

Penyakit Jantung: Tanpa Gejala, Tanpa Peringatan

Penting untuk diingat bahwa penyakit jantung bisa menyerang kapan saja. Banyak kasus kematian mendadak akibat penyakit jantung terjadi tanpa gejala sebelumnya, bahkan saat tidur.

Oleh karena itu, kewaspadaan dan pemeriksaan rutin sangat penting. Deteksi dini sangat krusial untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Pentingnya Pemeriksaan Kardiovaskular Rutin

Cara terbaik untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan adalah dengan melakukan pemeriksaan kardiovaskular secara rutin. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi adanya penyakit jantung sejak dini.

dr. Susetyo merekomendasikan pemeriksaan kardiovaskular 1-3 tahun sekali untuk orang dewasa, terutama mereka yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki faktor risiko penyakit jantung. Faktor risiko tersebut dapat berupa riwayat keluarga, gaya hidup tidak sehat, dan lain sebagainya.

Dengan melakukan pemeriksaan rutin, kita bisa lebih tenang menghadapi kabar mendadak, baik atau buruk. Fokusnya bukanlah menghindari kabar mendadak, melainkan memastikan kita tidak memiliki “bom waktu” berupa penyakit jantung yang belum terdeteksi.

Intinya, hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala adalah langkah proaktif untuk melindungi diri dari risiko penyakit jantung yang tiba-tiba.

Dengan demikian, kita dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan waspada terhadap kesehatan jantung kita. Deteksi dini dan perawatan yang tepat dapat mencegah tragedi yang tidak diinginkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *