Benjolan Leher? Waspadai Risiko Kanker Limfoma, Periksa Sekarang!

Benjolan Leher? Waspadai Risiko Kanker Limfoma, Periksa Sekarang!
Benjolan Leher? Waspadai Risiko Kanker Limfoma, Periksa Sekarang!

Munculnya benjolan di leher, ketiak, dada, atau panggul bisa menjadi tanda limfoma, jenis kanker yang menyerang sel darah putih. Limfoma, sering disebut kanker kelenjar getah bening, kurang dikenal masyarakat umum, padahal deteksi dini sangat penting untuk pengobatan efektif.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kanker dan Kelainan Darah di Mayapada Hospital Kuningan, Prof. Dr. Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD, KHOM, M.Epid, M.PdKed, FACP, FINASIM, FISQua, menjelaskan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala limfoma. Gejala lainnya meliputi demam, keringat malam, penurunan berat badan drastis, perut bengkak, dan sesak napas.

Bacaan Lainnya

Mengenali Gejala Limfoma

Selain benjolan di beberapa area tubuh, limfoma juga ditandai dengan gejala lain yang perlu diwaspadai. Gejala ini bisa berupa demam tinggi, terutama di malam hari, disertai keringat berlebih.

Penurunan berat badan yang signifikan (sekitar 10% dari total berat badan dalam 6 bulan tanpa alasan yang jelas) juga patut diwaspadai. Begitu pula dengan pembengkakan perut dan rasa kenyang cepat setelah makan sedikit.

Gejala lain yang mungkin muncul adalah nyeri atau tekanan di dada, sesak napas, batuk, infeksi berulang, mudah memar, dan mudah berdarah. Konsultasi dokter sangat dianjurkan jika mengalami beberapa gejala ini.

Perlu diingat bahwa kelenjar getah bening tersebar di seluruh tubuh. Oleh karena itu, limfoma dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk limpa, sumsum tulang, dan organ pencernaan.

Jenis-jenis Limfoma dan Metode Pendeteksian

Limfoma terbagi menjadi dua jenis utama: Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non-Hodgkin (NHL).

NHL merupakan jenis limfoma yang paling umum di Indonesia dan dunia, termasuk pada anak-anak. Sekitar 80% kasus NHL berasal dari limfoma sel-B, sementara sel-T lebih jarang dan lebih sulit diobati, menurut Prof. Ikhwan.

NHL terbagi lagi menjadi tipe indolent (pertumbuhan lambat) dan tipe agresif (pertumbuhan cepat). DLBCL (Diffuse Large B-Cell Lymphoma) adalah contoh tipe agresif yang perlu penanganan cepat.

Untuk mendeteksi limfoma, beberapa metode pemeriksaan dapat dilakukan. Pemeriksaan ini meliputi CT-Scan, MRI, X-Ray, pemeriksaan darah, dan pemeriksaan sumsum tulang.

Biopsi merupakan tes diagnostik utama untuk limfoma. Prosedur ini mengambil sampel jaringan kelenjar getah bening untuk memeriksa adanya sel kanker. Namun, menurut Dr. Resti Mulia Sari, Sp.PD KHOM dari Mayapada Hospital Tangerang, biopsi tidak selalu dilakukan langsung karena gejala limfoma bisa disebabkan oleh hal lain.

Pengobatan Limfoma dan Peluang Kesembuhan

Pengobatan limfoma disesuaikan dengan kondisi pasien, meliputi imunoterapi, terapi target, radioterapi, dan transplantasi sumsum tulang.

Pengobatan limfoma Non-Hodgkin seringkali melibatkan kombinasi kemoterapi, terapi target (antibodi monoklonal), dan steroid. Pengobatan diberikan dengan jeda untuk pemulihan sel sehat.

Terapi target dan imunoterapi merupakan kemajuan dalam pengobatan kanker, yang menyerang protein penyebab limfoma atau membantu sistem imun melawan kanker. Kombinasi pengobatan disesuaikan dengan diagnosis, stadium, dan kondisi pasien.

Tingkat kelangsungan hidup lima tahun setelah diagnosis cukup tinggi: sekitar 89% untuk Limfoma Hodgkin dan 74% untuk Limfoma Non-Hodgkin. Penanganan cepat sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Oncology Center Mayapada Hospital menawarkan layanan komprehensif untuk penanganan limfoma, dari deteksi hingga perawatan berkelanjutan. Konsultasi dapat dilakukan melalui aplikasi MyCare atau Call Center Mayapada Hospital. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui aplikasi MyCare.

Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, pasien limfoma memiliki peluang besar untuk sembuh. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan. Kesehatan Anda adalah prioritas utama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *