Waspadai Kanker Usus Besar: Faktor Genetik & Pencegahannya

Waspadai Kanker Usus Besar: Faktor Genetik & Pencegahannya
Waspadai Kanker Usus Besar: Faktor Genetik & Pencegahannya

Kanker kolorektal, atau kanker usus besar, merupakan ancaman kesehatan global yang signifikan. Faktor genetik memainkan peran penting dalam peningkatan risiko, dengan riwayat keluarga yang terkena penyakit ini meningkatkan kemungkinan seseorang mengalaminya. Penting untuk memahami faktor risiko dan langkah-langkah pencegahan guna menekan angka kejadian penyakit mematikan ini.

Riwayat keluarga dengan kanker kolorektal meningkatkan risiko secara signifikan. Sindrom Lynch dan polip usus besar, misalnya, dapat diwariskan dan meningkatkan kemungkinan terkena kanker kolorektal, bahkan pada usia yang lebih muda.

Bacaan Lainnya

Faktor Risiko dan Deteksi Dini Kanker Koloroktal

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Muhamad Yugo Hario Sakti Dua, Sp.PD-KGEH, menekankan pentingnya kewaspadaan bagi mereka dengan riwayat keluarga kanker kolorektal.

Kanker kolorektal seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga deteksi dini sangat krusial.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan pemantauan riwayat keluarga menjadi langkah pencegahan yang efektif.

Konsultasikan riwayat kesehatan keluarga Anda dengan dokter untuk evaluasi risiko.

Pemeriksaan rutin disarankan, bahkan tanpa gejala, untuk deteksi dini dan pencegahan.

Metode Deteksi Dini

Tes Darah Samar pada tinja (Fecal Occult Blood Test) merupakan langkah awal yang penting.

Hasil positif pada tes ini memerlukan pemeriksaan lanjutan, yaitu Kolonoskopi.

Kolonoskopi memungkinkan pemeriksaan langsung usus besar untuk mendeteksi polip sebelum menjadi kanker.

Metode Virtual Kolonoskopi, menggunakan sinar-X dosis rendah, juga tersedia sebagai alternatif yang lebih nyaman.

Tes genetik dapat membantu mengidentifikasi perubahan genetik bawaan yang meningkatkan risiko kanker kolorektal.

Penanganan Kanker Koloroktal

Dokter Spesialis Bedah Digestif Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Aditomo Widarso, SpB-KBD, menjelaskan penanganan kanker kolorektal.

Operasi menjadi pilihan utama, dengan metode laparoskopi (minim invasif) atau laparotomi (terbuka) bergantung pada stadium dan kondisi pasien.

Terapi tambahan, seperti kemoterapi dan radioterapi, mungkin diperlukan untuk stadium lanjut.

Penanganan komprehensif melibatkan kolaborasi tim dokter multidisiplin.

Deteksi dini sangat menentukan prognosis, dengan stadium awal menunjukkan angka harapan hidup yang lebih tinggi.

Layanan Komprehensif di Mayapada Hospital

Gastrohepatology Center dan Oncology Center Mayapada Hospital menyediakan layanan skrining hingga pembedahan kanker kolorektal.

Oncology Center telah menangani hingga 9.000 kasus kanker dalam dua tahun terakhir, didukung oleh tim dokter multidisiplin dan fasilitas lengkap.

Layanan ini juga mencakup Tumor Board dan Patient Navigator untuk membantu pasien selama perawatan.

Aplikasi MyCare memudahkan penjadwalan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter.

Aplikasi ini juga menawarkan fitur pemantauan kesehatan dan tips kesehatan yang bermanfaat.

Kesimpulannya, pencegahan dan deteksi dini kanker kolorektal sangat penting untuk meningkatkan angka harapan hidup. Dengan memahami faktor risiko dan memanfaatkan pemeriksaan rutin yang tersedia, kita dapat secara proaktif menjaga kesehatan saluran pencernaan dan mengurangi risiko terkena penyakit serius ini. Dukungan dari fasilitas kesehatan lengkap dan tim medis berpengalaman, seperti yang tersedia di Mayapada Hospital, memberikan kesempatan terbaik bagi individu untuk menerima perawatan yang optimal dan tepat waktu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *