Perawat Indonesia Surplus: Peluang Karier Menggiurkan di Jepang

Perawat Indonesia Surplus: Peluang Karier Menggiurkan di Jepang
Perawat Indonesia Surplus: Peluang Karier Menggiurkan di Jepang

Indonesia memiliki surplus tenaga perawat. Jumlahnya bahkan mencapai 112,6 persen dari kebutuhan. Setiap tahun, sekitar 37.443 perawat baru lulus dari program Diploma III Keperawatan.

Pemerintah berupaya mengatasi kelebihan tenaga perawat ini dengan membuka peluang kerja di luar negeri. Salah satu negara tujuan ekspor tenaga perawat adalah Jepang.

Bacaan Lainnya

Kerja Sama Indonesia-Jepang untuk Penempatan Perawat

Indonesia dan Jepang telah menjalin kerja sama untuk mengirimkan ratusan perawat Indonesia ke Jepang. Tahun ini, ditargetkan sekitar 300 perawat akan ditempatkan sebagai *caregiver*.

Profesi *caregiver* sangat dibutuhkan di Jepang, mengingat populasi lansia di negara tersebut terus meningkat. Hampir 40 persen penduduk Jepang kini telah memasuki usia lanjut.

Tingginya Minat Perawat Indonesia Bekerja di Jepang

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Yuli Farianti, M. Epid, menuturkan minat perawat Indonesia bekerja di Jepang semakin tinggi. Hal ini didorong oleh testimoni positif dari perawat Indonesia yang telah bekerja di Jepang.

Sejak 2019 hingga 2024, tercatat 1.274 perawat Indonesia telah bekerja di luar negeri. Sebanyak 863 di antaranya bekerja di Jepang.

Kompetensi Perawat Indonesia

Menurut dr. Yuli, kompetensi perawat Indonesia tidak kalah dengan perawat Jepang. Mereka mampu beradaptasi dengan baik. Tantangan utama justru terletak pada penyesuaian bahasa dan budaya.

Pemerintah akan mempersiapkan para perawat secara matang sebelum keberangkatan. Mereka akan diberikan pelatihan intensif untuk memastikan kesiapan mereka sebagai *caregiver* dan memenuhi standar sertifikasi Jepang.

Penempatan Perawat di Prefektur Mie

Para perawat yang akan dikirim tahun ini akan ditempatkan di Prefektur Mie. Prefektur ini terkenal sebagai penghasil mutiara.

Persentase penduduk lansia di Prefektur Mie juga cukup tinggi, mendekati rata-rata nasional, yaitu di atas 30 persen.

Program penempatan perawat Indonesia di Jepang ini diharapkan dapat mengurangi surplus tenaga perawat di Indonesia, sekaligus memenuhi kebutuhan *caregiver* di Jepang yang terus meningkat. Kerja sama ini juga membuka peluang bagi perawat Indonesia untuk mengembangkan karier dan meningkatkan taraf hidup mereka. Keberhasilan program ini juga akan membuka jalan bagi kerja sama serupa dengan negara lain di masa mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *