Singapura Sukses Tekan Kasus Penyakit Tidak Menular, Strategi NutriGrade Diperluas
Singapura berhasil menurunkan konsumsi gula harian warganya. Dari 60 gram pada 2018 menjadi 56 gram pada 2022 berkat program NutriGrade.
Program ini diterapkan pada minuman dan gerai makanan siap saji. Penurunan konsumsi gula diharapkan berdampak signifikan pada penurunan kasus diabetes.
Sukses NutriGrade, Singapura Perluas Strategi ke Garam dan Lemak Jenuh
Sukses menekan konsumsi gula mendorong Singapura untuk memperluas strategi NutriGrade. Sasaran selanjutnya adalah pembatasan konsumsi garam dan lemak jenuh.
Konsumsi garam dan lemak jenuh yang berlebihan meningkatkan risiko penyakit jantung. Kondisi ini juga berkontribusi pada peningkatan tekanan darah dan kolesterol.
Tingginya Kasus Serangan Jantung di Singapura
Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, mengungkapkan tingginya angka serangan jantung. Pada 2022, tercatat 36 kasus infark miokard akut atau serangan jantung setiap harinya.
Angka tersebut meningkat dari 25 kasus per hari sepuluh tahun sebelumnya. Ini menunjukkan urgensi perluasan program NutriGrade untuk menangani masalah kesehatan ini.
Penerapan NutriGrade pada Berbagai Jenis Makanan
Sistem NutriGrade akan diterapkan pada berbagai produk makanan. Mulai dari kecap asin, saus sambal, hingga mi instan.
Sistem ini menggunakan label A sampai D untuk menunjukkan tingkat kesehatan produk. Label A menunjukan produk paling sehat, sementara label D menunjukan produk paling tidak sehat.
Contoh Penerapan NutriGrade pada Beberapa Produk
Berikut contoh penerapan NutriGrade pada beberapa produk makanan:
* **Kecap Asin:** Label A untuk produk dengan sodium kurang dari 1.200 mg/100g dan gula kurang dari 21 g/100g. Label D untuk produk dengan sodium lebih dari 2.100 mg/100g dan gula lebih dari 36 g/100g.
* **Saus Cabai:** Kriteria penentuan label A sampai D pada saus cabai mirip dengan kecap asin. Perbedaannya hanya pada jenis bumbu yang digunakan.
* **Mi Instan:** Label A untuk produk dengan sodium kurang dari 1.400 mg/100g dan lemak jenuh kurang dari 8 g/100g. Label D untuk produk dengan sodium lebih dari 2.500 mg/100g dan lemak jenuh lebih dari 9 g/100g.
Larangan Iklan Produk Makanan Tidak Sehat
Pemerintah Singapura melarang iklan untuk produk makanan dengan label D. Langkah ini bertujuan untuk mendorong industri makanan memproduksi produk yang lebih sehat.
Saat ini, 82% mi instan di Singapura masuk kategori C dan D. Industri makanan diberikan waktu untuk melakukan reformulasi produk agar masuk kategori A atau B.
Singapura menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kesehatan warganya. Strategi NutriGrade yang komprehensif dan tegas menunjukkan bahwa pencegahan penyakit tidak menular adalah prioritas utama. Dengan memperluas program ini, diharapkan Singapura dapat menurunkan angka penyakit jantung dan meningkatkan kualitas hidup penduduknya.





