Sebuah suara denging misterius menjadi awal dari pengalaman mengerikan bagi Aubrey Hasley, 23 tahun, seorang mahasiswa pascasarjana terapi okupasi. Suara itu, yang ia gambarkan seperti mikrofon terlalu dekat dengan speaker, mengantarkannya pada perjalanan medis yang mengejutkan dan mengungkap sebuah kondisi serius.
Suara denging yang awalnya hanya berlangsung beberapa detik, cepat berubah menjadi sakit kepala hebat. Meskipun memiliki riwayat migrain, Aubrey merasa ada yang tidak beres. Ia memutuskan untuk beristirahat, namun gejala-gejalanya semakin memburuk.
Gejala Stroke yang Tak Terduga
Awalnya, Aubrey menduga ia mengalami vertigo. Namun, pengalamannya bekerja paruh waktu di rumah sakit membuatnya menyadari beberapa gejala yang mengarah pada stroke.
Meskipun ragu dan takut berlebihan, ia tetap mencari bantuan. Ketidakmampuan mengontrol koordinasi tubuhnya yang semakin parah mendorong keluarganya untuk membawanya ke rumah sakit.
Di rumah sakit, kondisinya memburuk drastis. Wajahnya terkulai, bicaranya cadel, dan ia mengalami kelemahan di sisi kanan tubuhnya serta penglihatan ganda.
Diagnosis dan Pengobatan
Setelah menjalani serangkaian tes, diagnosis stroke dikonfirmasi. Dokter menemukan bekuan darah di otaknya.
Dokter Mohammad Anadani, Kepala Layanan Neuroendovaskular untuk Endeavor Health Neurosciences Institute, memutuskan untuk melakukan trombektomi, prosedur bedah untuk mengangkat bekuan darah tersebut.
Trombektomi berhasil menyelamatkan Aubrey dari dampak jangka panjang stroke. Ia menjalani masa pemulihan dan kini perlahan kembali pulih.
Faktor Risiko pada Usia Muda
Kasus Aubrey menjadi sorotan karena semakin meningkatnya angka stroke dan serangan jantung pada usia muda. Hal ini terjadi bahkan pada mereka yang tampaknya tidak memiliki faktor risiko tradisional.
Dr. Anadani menjelaskan bahwa Aubrey kemungkinan memiliki foramen ovale paten (PFO), yaitu lubang kecil di jantung yang memungkinkan bekuan darah melewati paru-paru dan masuk ke otak.
Penggunaan pil kontrasepsi oral juga diduga menjadi faktor yang berkontribusi terhadap stroke yang dialaminya.
Kasus Aubrey menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap gejala stroke, bahkan pada usia muda. Gejala yang tampak sepele seperti sakit kepala atau pusing bisa menjadi tanda peringatan dini yang harus segera ditangani.
Kisah Aubrey juga mengingatkan kita akan pentingnya konsultasi dengan dokter mengenai faktor risiko pribadi dan pilihan gaya hidup yang sehat untuk mencegah stroke dan penyakit kardiovaskular.
Pengalaman Aubrey menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kesadaran dan penanganan cepat terhadap gejala stroke. Meskipun ia awalnya ragu untuk segera mencari pertolongan medis, tindakan cepat dari keluarganya dan tim medis rumah sakit berhasil menyelamatkan nyawanya dan meminimalkan dampak jangka panjang dari stroke.





