Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air dengan meninggalnya aktor senior Mat Solar pada Senin, 17 Maret 2025. Mat Solar, yang dikenal berkat perannya sebagai tokoh komedi Betawi, telah berjuang melawan stroke sejak tahun 2017. Kondisinya yang terus memburuk hingga menyebabkan ketidakmampuan berbicara dan melihat secara normal, akhirnya mengakhiri perjuangannya.
Kepergian Mat Solar menjadi pengingat penting bagi kita semua tentang penyakit stroke dan betapa krusialnya upaya pencegahan. Stroke, yang merupakan penyebab utama disabilitas dan kematian kedua di dunia, mengancam jiwa karena setiap menitnya jutaan sel otak dapat mati akibat serangan stroke. Di Indonesia sendiri, angka kejadian stroke cukup tinggi, mencapai 8,3 per 1.000 penduduk berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023.
Apa Itu Stroke?
Stroke adalah sindrom defisit neurologis fokal akut. Hal ini berarti, stroke menyebabkan gangguan fungsi pada bagian tubuh tertentu secara tiba-tiba, seperti sisi wajah atau lengan yang terkulai dan tampak asimetris. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.
Ada dua jenis utama stroke: stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi karena penyumbatan pembuluh darah yang menghalangi aliran darah ke otak. Sementara stroke hemoragik disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga menyebabkan pendarahan dan tekanan pada sel-sel otak. Gejala stroke dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan kerusakan otak.
Beberapa gejala stroke yang umum antara lain: kelemahan atau mati rasa pada wajah, lengan, atau kaki (terutama di satu sisi tubuh), kebingungan, kesulitan berbicara atau memahami ucapan, gangguan penglihatan, sakit kepala hebat yang tiba-tiba, dan kesulitan berjalan, menjaga keseimbangan, atau koordinasi.
Bagaimana Cara Mencegah Stroke?
Meskipun beberapa faktor risiko stroke, seperti riwayat keluarga dan usia, tidak dapat diubah, banyak faktor risiko lainnya yang dapat dikendalikan. Mencegah stroke membutuhkan komitmen terhadap gaya hidup sehat yang berkelanjutan.
Berikut beberapa langkah penting untuk mengurangi risiko terkena stroke:
- Kontrol Tekanan Darah: Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama stroke. Rajinlah memeriksakan tekanan darah dan ikuti anjuran dokter untuk mengontrolnya.
- Kontrol Kadar Kolesterol: Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah, meningkatkan risiko stroke. Konsumsi makanan sehat rendah lemak jenuh dan kolesterol sangat penting.
- Jaga Berat Badan Ideal: Obesitas meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk stroke. Menjaga berat badan ideal melalui pola makan seimbang dan olahraga teratur sangat dianjurkan.
- Olahraga Teratur: Aktivitas fisik secara teratur membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Lakukan minimal 30 menit olahraga intensitas sedang hampir setiap hari.
- Stop Merokok: Merokok merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke. Berhenti merokok adalah langkah penting untuk melindungi kesehatan.
- Batasi Konsumsi Alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko stroke. Batasi konsumsi alkohol atau hindari sama sekali.
- Atasi Diabetes: Diabetes melitus meningkatkan risiko stroke. Kontrol gula darah secara teratur sangat penting bagi penderita diabetes.
- Konsumsi Makanan Sehat: Perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Kurangi konsumsi makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan gula.
- Kelola Stres: Stres kronis dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk stroke. Cari cara untuk mengelola stres, seperti yoga, meditasi, atau hobi yang menyenangkan.
Penting untuk diingat bahwa pencegahan stroke merupakan upaya yang berkelanjutan. Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan, Anda dapat mengurangi risiko terkena stroke dan menjalani hidup yang lebih sehat dan panjang.
Jika Anda mengalami gejala stroke, segera cari pertolongan medis. Penanganan yang cepat sangat krusial untuk meminimalkan kerusakan otak dan meningkatkan peluang pemulihan.





