Rhubarb (Rheum rhabarbarum), sayuran yang mengejutkan para kontestan MasterChef Indonesia, ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan. Seringkali digunakan seperti buah dalam masakan, rhubarb memiliki rasa asam yang khas dan tekstur berdaging.
Asalnya dari Asia, rhubarb kini tumbuh di berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Serikat. Namun, tanaman ini lebih menyukai iklim sejuk dan tidak tahan panas. Hanya batangnya yang dapat dikonsumsi, sementara daunnya mengandung racun dan kadar asam oksalat yang tinggi.
Panen batang rhubarb biasanya dilakukan pada musim semi, mencapai puncaknya sekitar pertengahan April. Batang yang berwarna merah ini bisa dimakan mentah, tetapi banyak yang lebih menyukai rasanya setelah dimasak.
Manfaat Kesehatan Rhubarb
Meningkatkan Kesehatan Tulang
Rhubarb kaya akan vitamin K, nutrisi penting untuk kesehatan tulang. Vitamin K berperan dalam pembentukan tulang dan membantu mencegah osteoporosis, penyakit tulang yang ditandai dengan pengeroposan tulang.
Konsumsi rutin rhubarb dapat membantu menjaga kepadatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang, terutama pada usia lanjut.
Melindungi Kesehatan Jantung
Sebagai sumber serat yang baik, rhubarb membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Serat menyerap kolesterol dan membuangnya dari tubuh.
Selain itu, antioksidan dan vitamin K dalam rhubarb memiliki efek antiinflamasi dan mencegah kalsifikasi pembuluh darah, sehingga membantu melindungi kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan stroke.
Membantu Pencernaan
Kandungan serat dalam rhubarb juga membantu melancarkan pencernaan. Serat menambah volume feses dan mempermudah pengeluarannya, mencegah sembelit.
Rhubarb juga mengandung sennosida, senyawa yang berfungsi sebagai pencahar alami, membantu mengatasi konstipasi. Namun, kandungan tanin di dalamnya juga memiliki efek sebaliknya, yaitu antidiare, menyeimbangkan fungsi pencernaan.
Mencegah Kanker
Antioksidan dalam rhubarb membantu menangkal radikal bebas, molekul yang merusak sel dan meningkatkan risiko kanker. Dengan kemampuan antioksidannya, rhubarb dapat membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif.
Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitas rhubarb dalam pencegahan kanker, namun potensi antioksidannya menjanjikan.
Sumber Nutrisi Lainnya
Selain vitamin K dan serat, rhubarb juga mengandung vitamin C, mangan, dan kalium. Vitamin C berperan sebagai antioksidan kuat dan penting untuk sistem imun. Mangan penting untuk metabolisme tulang dan gula darah, sementara kalium penting untuk kesehatan jantung dan fungsi otot.
Meskipun memiliki banyak manfaat, penting untuk mengonsumsi rhubarb dalam jumlah sedang. Daun rhubarb mengandung asam oksalat yang tinggi dan beracun, oleh karena itu hanya batang yang boleh dikonsumsi.
Mengonsumsi rhubarb secara berlebihan dapat menyebabkan diare atau gangguan pencernaan lainnya. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi rhubarb sebagai bagian dari rencana diet atau pengobatan, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.





