Ingin merasakan pengalaman bersantap ala Belanda di tengah suasana rumah kolonial yang menawan? Keuken van Elsje di Bandung menawarkan perjalanan kuliner nostalgia dengan resep-resep turun temurun keluarga sejak tahun 1920.
Terletak di Jalan Buton nomor 11, Bandung, Keuken van Elsje bukan sekadar restoran. Bangunannya yang bersejarah menawarkan atmosfer masa lalu yang kental. Arsitektur kolonialnya, dengan jendela-jendela berkusen kayu dan fasad lengkung, menghadirkan suasana unik dan menawan bagi para pengunjung.
Jejak Sejarah Kuliner Keluarga di Keuken van Elsje
Restoran ini berdiri di atas lokasi Elita Restaurant, sebuah restoran keluarga yang beroperasi sejak tahun 1920 di Alun-alun Bandung. Kevin Christian, generasi kelima pemilik, melanjutkan warisan kuliner keluarga ini.
Elita Restaurant, yang tutup pada tahun 1965, menyajikan menu Belanda dan Tiongkok. Menu-menu andalannya kini dihidupkan kembali di Keuken van Elsje, dengan sentuhan resep asli dari Oma Elsje.
Menu Legendaris dengan Cita Rasa Autentik
Keuken van Elsje menyajikan berbagai hidangan khas Belanda dan Eropa. Mayoritas menunya merupakan resep warisan dari Elita Restaurant, disesuaikan dengan sentuhan Oma Elsje.
Beberapa hidangan populer antara lain bruine bonensoep (sup kacang merah), bitterballen, risolles, dan poffertjes. Resep-resep tersebut tetap mempertahankan keaslian cita rasa Belanda.
Elsje Risolle, misalnya, menggunakan resep turun-temurun yang berisi telur, smoked beef, keju leleh, dan mayonaise buatan sendiri. Bitterballen-nya pun unik karena tidak menggunakan kentang tumbuk, berbeda dengan versi modern yang umum ditemukan.
Aligot, menu pembuka ala Prancis, merupakan kreasi Kevin. Ia mengadaptasi resep ini dengan sentuhan khas yang diyakini akan disukai Oma Elsje.
Kenangan dan Cita Rasa yang Tak Terlupakan
Bruine bonensoep menyimpan kenangan mendalam bagi Kevin. Sup ini adalah hidangan terakhir yang dimasak dan dinikmati Oma Elsje sebelum beliau berpulang.
Selain makanan, minuman juga memiliki cerita tersendiri. Kopi Harry’s Melk Koffie terinspirasi dari kecintaan Kakek Harry terhadap kopi arabika yang creamy dan tidak terlalu asam atau pahit.
Kevin, sebagai juru masak, terus menjaga kualitas dan cita rasa masakan dengan membayangkan penilaian Oma Elsje. Ia mengingat betul selera neneknya yang menyukai rasa yang tegas, kuat, dan kaya rempah, serta menghindari MSG dan pengawet.
Pengalaman belanja bahan makanan bersama Oma Elsje juga turut membentuk filosofi kulinernya. Oma Elsje selalu menekankan pentingnya memilih bahan-bahan terbaik dan segar.
Keuken van Elsje lebih dari sekadar restoran; itu adalah perpaduan antara sejarah keluarga, kuliner Belanda yang autentik, dan penghormatan terhadap warisan kuliner yang berharga. Pengalaman bersantap di sini bukan hanya sekadar menikmati hidangan, tetapi juga merasakan kehangatan dan kenangan yang terukir dalam setiap resepnya.





