Lontong Tuyuhan Rembang: Kuah Gurih, Nikmatnya Bikin Nagih

Lontong Tuyuhan Rembang: Kuah Gurih, Nikmatnya Bikin Nagih
Lontong Tuyuhan Rembang: Kuah Gurih, Nikmatnya Bikin Nagih

Bagi pencinta kuliner Nusantara, khususnya pecinta lontong, wajib mencoba Lontong Tuyuhan. Sajian khas Desa Tuyuhan, Rembang, Jawa Tengah ini menawarkan cita rasa unik dan menggugah selera.

Berbeda dari lontong kebanyakan, Lontong Tuyuhan disajikan dengan kuah gurih yang mirip opor ayam, namun dengan sentuhan rempah-rempah yang khas.

Bacaan Lainnya

Sejarah Lontong Tuyuhan dan Sang Perintis

Salah satu pedagang Lontong Tuyuhan yang melegenda adalah Pak Kartawi. Ia telah berjualan sejak tahun 1981, memulai usaha dari berkeliling menggunakan pikulan.

Kini, Pak Kartawi menetap di Sentra Kuliner Lontong Tuyuhan, Desa Tuyuhan, Rembang. Ia dengan antusias menceritakan perjalanan panjangnya dalam mempertahankan kuliner warisan ini.

Bentuk lontong segitiga yang menjadi ciri khasnya, konon memiliki makna historis yang berkaitan erat dengan sejarah Desa Tuyuhan, Blacak Ngilo, dan Sunan Bonang.

Keunikan Rasa dan Penyajian Lontong Tuyuhan

Lontong Tuyuhan dijual dengan harga Rp 17.000 per porsi. Setiap harinya, Pak Kartawi mampu menghabiskan 9 ekor ayam kampung dan 10 kilogram beras.

Dari bahan tersebut, ia menghasilkan sekitar 120-130 porsi Lontong Tuyuhan. Omzetnya pun cukup menggiurkan, mencapai Rp 1,5 hingga Rp 1,6 juta per hari (omzet kotor).

Di sentra kuliner tersebut, terdapat sekitar 16 pedagang Lontong Tuyuhan. Suasana pasar kulinernya sangat hangat dan ramah.

Ulil Albab, salah satu pelanggan setia, memuji cita rasa dan penyajian Lontong Tuyuhan. Ia menyebut perpaduan rempah dan kuah santannya sangat nikmat.

Kuah santan yang menyerupai opor ayam, menawarkan rasa gurih dan sedikit pedas. Pedas tersebut berasal dari ramuan rempah pilihan.

Rempah-rempah tersebut antara lain daun salam, daun jeruk, serai, lengkuas, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah. Kombinasi ini menghasilkan cita rasa yang unik dan sulit ditiru.

Bentuk Segitiga dan Rahasia Tekstur Kenyal

Bentuk segitiga pada lontong Tuyuhan bukanlah sekadar estetika. Konon, bentuk tersebut membantu mengeluarkan sisa air dari proses pengukusan.

Hal ini menghasilkan tekstur lontong yang lebih kenyal dan tahan lama. Keunikan ini menjadi salah satu daya tarik Lontong Tuyuhan.

Selain itu, bentuk segitiga juga diyakini memiliki makna filosofis yang terkait dengan sejarah Desa Tuyuhan. Ini menambah nilai budaya dan sejarah pada kuliner tersebut.

Lontong Tuyuhan bukan sekadar sajian kuliner, melainkan sebuah warisan budaya Desa Tuyuhan yang patut dijaga dan dilestarikan. Rasanya yang unik dan proses pembuatannya yang penuh makna menjadikan Lontong Tuyuhan sebagai kuliner yang wajib dicoba jika berkunjung ke Rembang.

Keberhasilan Pak Kartawi dan para pedagang lainnya dalam mempertahankan dan mengembangkan Lontong Tuyuhan menunjukkan potensi besar kuliner tradisional untuk tetap eksis di tengah gempuran kuliner modern. Semoga keunikan ini terus terjaga dan dinikmati oleh generasi mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *