Gerobak Misterius: Ratusan Lebah, Kue Rp5 Ribu!

Gerobak Misterius: Ratusan Lebah, Kue Rp5 Ribu!
Gerobak Misterius: Ratusan Lebah, Kue Rp5 Ribu!

Di Thailand, tepatnya di kawasan Na Mueang, Chachoengsao, terdapat sebuah gerobak kue tradisional yang unik dan telah menjadi legenda. Kue-kue manis yang dijual di sana selalu dikerubuti lebah, namun tetap laris manis diburu pembeli.

Fenomena ini menarik perhatian banyak orang, termasuk netizen di media sosial. Bagaimana bisa kue-kue yang dikerumuni lebah ini tetap diminati dan bahkan disebut legendaris?

Bacaan Lainnya

Kue Tradisional Thailand yang Unik dan Legendaris

Penjual kue yang dikenal dengan nama Khanom Wan Thai Boran Talat Wat Luang Pho Sothon ini menawarkan lebih dari 20 jenis kue manis khas Thailand.

Lokasinya yang dekat dengan Kuil Luang Pho Sothon menambah daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Ratusan lebah tampak berkerumun di sekitar kue-kue yang terpajang. Lebah-lebah tersebut hinggap di setiap kue, bahkan beberapa terlihat berterbangan di antara penjual.

Yang mengejutkan, baik penjual maupun pembeli tampak tidak terganggu dengan keberadaan lebah-lebah tersebut. Tidak ada rasa takut tersengat atau jijik melihat lebah masuk ke dalam kue.

Aneka Kue Manis dengan Harga Terjangkau

Berbagai jenis kue tradisional disajikan, mulai dari kue talam ubi dan singkong, hingga khao niao sangkhaya (beras ketan dengan custard).

Puding labu, agar-agar pandan dari kelapa, agar kelapa muda, khanom mo kaeng (dari santan, telur, dan tepung beras), dan khanom chan (kue lapis warna-warni) juga tersedia.

Semua kue dijual dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu hanya 10 Baht atau sekitar Rp 5.000 per potong.

Gerobak kue ini telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun di lokasi yang sama, buka setiap hari kecuali hari libur tertentu, hanya sekitar tiga jam setiap harinya, mulai pukul 17.00 hingga 20.00.

Misteri Lebah dan Kue Tradisional

Keberadaan lebah yang mengerubuti kue-kue tersebut telah membuat video penjual kue ini viral di media sosial.

Banyak netizen yang mempertanyakan kebersihan dan keamanan kue-kue tersebut. Beberapa komentar mengungkapkan rasa geli melihat lebah-lebah berterbangan.

Namun, sebagian netizen lainnya berpendapat bahwa keberadaan lebah justru menjadi bukti bahwa kue-kue tersebut dibuat secara alami, tanpa bahan pengawet atau pemanis buatan.

Mereka beranggapan lebah hanya akan tertarik pada makanan yang alami dan bebas bahan kimia.

Secara ilmiah, memang belum ada penelitian yang secara spesifik membahas dampak kesehatan dari mengonsumsi makanan yang dikerubuti lebah.

Namun, beberapa aspek perlu dipertimbangkan, seperti risiko kontaminasi dari lebah, risiko paparan pestisida, dan risiko alergi sengatan lebah.

Meskipun demikian, popularitas gerobak kue ini tetap tinggi. Keunikan dan rasa kue-kue tersebut, ditambah dengan harga yang terjangkau, tampaknya berhasil memikat hati banyak orang dan menjadikan penjual kue ini legendaris.

Fenomena ini membuktikan bahwa daya tarik kuliner tidak hanya terletak pada rasa, tetapi juga pada cerita dan keunikan di baliknya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *