Bayangkan penjara yang bukan hanya tempat hukuman, tetapi juga tempat narapidana bisa berbelanja di supermarket. Hal ini bukanlah skenario film, tetapi kenyataan di Inggris.
Penjara HMP Oakwood di Staffordshire, Inggris, baru-baru ini menarik perhatian dunia dengan inisiatif uniknya: sebuah supermarket Iceland di dalam penjara. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan narapidana untuk kembali ke masyarakat setelah menjalani masa hukuman.
Supermarket Iceland di Dalam Penjara: Inisiatif Unik HMP Oakwood
Supermarket Iceland di dalam HMP Oakwood menyediakan berbagai macam barang, termasuk pizza Chicago Town dan es krim Ben & Jerry’s. Narapidana dapat membeli barang-barang tersebut menggunakan uang kertas khusus, mirip uang monopoli.
Selain berbelanja, narapidana juga bisa menikmati kopi di kedai bernama Hopeful Grounds yang dikelola oleh sesama narapidana yang telah dilatih. Ini memberikan kesempatan kerja dan keterampilan baru bagi mereka.
Sistem Imbalan dan Kesempatan Kerja
Uang monopoli yang digunakan narapidana untuk berbelanja didapatkan sebagai imbalan atas perilaku baik selama menjalani masa hukuman. Jumlah uang yang bisa diperoleh mencapai 25 pound sterling (sekitar Rp 560.000).
Harga barang di supermarket dalam penjara ini juga lebih murah dibandingkan gerai Iceland lainnya. Inisiatif ini tak hanya sekedar memberikan akses pada makanan enak, tetapi juga mengajarkan manajemen keuangan.
Lebih lanjut, Iceland juga menawarkan kesempatan kerja kepada narapidana yang mendekati akhir masa hukuman mereka. Hal ini bertujuan untuk memfasilitasi transisi kembali ke dunia kerja.
Kesuksesan Program dan Dampak Positif
Charlie Taylor, kepala inspektur penjara, memuji HMP Oakwood atas budaya inisiatif yang dipimpin oleh narapidana sendiri. Beliau bahkan menyebut HMP Oakwood sebagai penjara terbaik yang pernah beliau lihat.
Ellen Hericx, kepala manajer ketenagakerjaan Iceland, menyatakan bahwa program ini memberikan kesempatan kedua bagi para narapidana. Banyak narapidana yang merasa khawatir tentang masa depan pekerjaan mereka setelah keluar dari penjara.
Program ini membantu mengurangi kecemasan tersebut dan memberikan narapidana pengalaman kerja yang berharga. Dengan adanya struktur dan rutinitas kerja, para mantan narapidana cenderung lebih stabil dan mengurangi kemungkinan melakukan kesalahan lagi.
Saat ini, Iceland telah mempekerjakan sekitar 350 mantan narapidana, dan 300 lainnya telah menerima tawaran pekerjaan sebelum pembebasan mereka. Hal ini menunjukkan kesuksesan besar dari program tersebut.
Carly Balis, kepala bidang ketenagakerjaan HMP Oakwood, dan Paul Cowley, direktur Iceland, berkolaborasi dalam program “Second Chance” ini untuk membantu para narapidana mendapatkan pekerjaan setelah bebas. Kolaborasi ini memberikan dampak positif bagi para narapidana dan masyarakat.
Inisiatif supermarket di dalam penjara HMP Oakwood membuktikan bahwa pendekatan yang inovatif dan berfokus pada rehabilitasi dapat memberikan hasil yang positif. Program ini bukan hanya memberikan akses pada barang-barang yang biasanya tak terjangkau, tetapi juga mempersiapkan narapidana untuk masa depan yang lebih baik, mengurangi angka kriminalitas dan meningkatkan kesempatan kerja bagi mereka yang telah menjalani hukuman.





