Bahaya SkinnyTok: Tren Diet TikTok Picu Gangguan Makan?

Bahaya SkinnyTok: Tren Diet TikTok Picu Gangguan Makan?
Bahaya SkinnyTok: Tren Diet TikTok Picu Gangguan Makan?

Tren diet “SkinnyTok” yang marak di TikTok tengah menjadi sorotan. Tren ini, yang mengagung-agungkan tubuh kurus ekstrem, menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kesehatan mental dan fisik penggunanya. Banyak pakar kesehatan memperingatkan bahaya diet ketat yang dipromosikan dalam platform tersebut.

TikTok, sebagai platform media sosial yang populer, kerap menjadi tempat munculnya berbagai tren, termasuk tren diet. Salah satu tren terbaru yang mengkhawatirkan adalah “SkinnyTok”.

Bacaan Lainnya

SkinnyTok: Tren Diet Ekstrem di TikTok

SkinnyTok, gabungan kata “skinny” (kurus) dan “TikTok”, menampilkan konten-konten yang mengidealkan tubuh kurus secara berlebihan.

Tren ini mendorong penurunan berat badan secara drastis melalui diet ketat dan gaya hidup yang berisiko menyebabkan gangguan makan.

Hingga akhir April 2025, lebih dari 60.000 video bertema SkinnyTok telah diunggah di TikTok.

Beberapa influencer, seperti Mandana Zarghami, seorang pengusaha dan seleb TikTok dari Miami, Florida, ikut mempromosikan tren ini.

Bahaya Diet Ketat ala SkinnyTok

Meskipun Zarghami berpendapat SkinnyTok dapat membantu mengontrol porsi makan dan mendorong aktivitas fisik, ia mengakui potensi bahayanya.

Ia menyadari tren ini dapat memicu gangguan makan pada individu yang rentan.

Dr. Bret Osborn dari Florida, mengungkapkan keprihatinannya tentang diet ekstrem yang dipromosikan di SkinnyTok.

Ia telah menyaksikan banyak kasus masalah kesehatan serius akibat diet ketat, bahkan hingga keretakan tulang karena kekurangan nutrisi.

Dampak Kekurangan Gizi

Pada remaja dan dewasa muda, kekurangan gizi dapat mengganggu hormon, melemahkan sistem imun, menurunkan fungsi kognitif, dan menyebabkan kerusakan otak permanen.

Dampak fisik lainnya meliputi kerontokan rambut dan penurunan kepadatan tulang.

Dr. Osborn menekankan bahwa berat badan rendah atau lemak tubuh yang sangat sedikit tidak selalu menandakan kesehatan yang baik.

Kelaparan, menurutnya, merupakan bentuk pengabaian terhadap kebutuhan nutrisi tubuh.

Alternatif yang Lebih Sehat

SkinnyTok, menurut Dr. Osborn, mengeksploitasi kerentanan kepercayaan diri anak muda, terutama perempuan, dengan mendorong penurunan berat badan yang tidak sehat.

Ia menyarankan fokus pada peningkatan massa otot dan olahraga, karena kehilangan massa otot dapat menyebabkan masalah kesehatan pada orang dewasa.

Bagi mereka yang tertarik dengan SkinnyTok, Dr. Osborn menganjurkan untuk beralih ke pola makan yang lebih sehat dan bergizi.

Diet seimbang dan olahraga teratur merupakan kunci untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Kesimpulannya, tren SkinnyTok di TikTok perlu diwaspadai. Diet ekstrem yang dipromosikan dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, baik fisik maupun mental. Penting untuk mengutamakan pola hidup sehat yang seimbang, bukan mengejar ideal tubuh yang tidak realistis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *