Roti keju yang sering disangka pizza ternyata memiliki asal-usul yang menarik. Bentuknya yang unik menyerupai perahu, dengan isian telur dan keju yang meleleh, kerap ditawarkan di berbagai tempat sebagai ‘boat pizza’. Namun, tahukah Anda bahwa roti ini sebenarnya bernama khachapuri, dan berasal dari negara Georgia?
Khachapuri, roti keju khas Georgia, memiliki sejarah panjang dan budaya yang kaya. Artikel ini akan mengupas tuntas asal-usul, sejarah, serta keunikan khachapuri yang membedakannya dari pizza.
Asal-Usul Khachapuri: Lebih dari Sekadar Roti Keju
Berbeda dengan anggapan umum, khachapuri bukan berasal dari Amerika Serikat, melainkan dari Georgia, negara yang terletak di antara Eropa Timur dan Asia Barat.
Sejarah khachapuri sendiri cukup panjang, dengan beberapa sumber menyebutkan kemunculannya sejak abad ke-12, seiring perkembangan budaya Georgia.
Bahkan ada yang berpendapat khachapuri sudah ada sejak era Romawi, dibawa oleh para prajurit yang melewati Laut Hitam.
Nama “khachapuri” sendiri berasal dari bahasa Georgia, di mana “khacho” berarti keju dan “puri” berarti roti.
Keunikan Khachapuri: Rasa dan Tekstur yang Istimewa
Khachapuri memiliki bentuk unik menyerupai perahu pipih dengan ujung tertutup. Isiannya yang utama adalah keju yang meleleh.
Tradisional, khachapuri menggunakan keju sulguni atau imereti, jenis keju susu sapi dengan rasa agak asam dan asin serta tekstur yang mudah meleleh.
Namun, saat ini khachapuri juga sering dibuat dengan mozzarella atau feta, jenis keju yang lebih mudah didapatkan di pasaran.
Terkadang, telur dan rempah-rempah juga ditambahkan untuk menambah cita rasa.
Khachapuri vs. Pizza: Perbedaan yang Mencolok
Meskipun memiliki kemiripan visual dengan pizza—khususnya jenis pizza yang berbentuk perahu—khachapuri memiliki perbedaan mendasar dalam hal bahan dan tradisi.
Pizza lebih identik dengan adonan tipis yang dipanggang dengan saus tomat, berbagai topping, dan keju mozzarella.
Khachapuri, sebaliknya, menekankan pada penggunaan keju lokal, dengan bentuk dan cara pembuatan yang khas.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa khachapuri memiliki identitas kuliner tersendiri yang unik dan berakar kuat pada budaya Georgia.
Kesimpulannya, khachapuri lebih dari sekadar roti keju berbentuk perahu. Ia merupakan warisan kuliner Georgia yang kaya akan sejarah dan memiliki rasa serta tekstur yang khas. Meskipun sering disamakan dengan pizza, khachapuri memiliki identitas tersendiri yang patut dihargai dan dijelajahi.
Dengan memahami asal-usul dan keunikannya, kita dapat lebih menghargai khachapuri sebagai sajian kuliner yang kaya akan budaya dan cita rasa.





