Mantan Detektif Sukses Jual Durian, Biaya Pengobatan Ibu Teratasi

Mantan Detektif Sukses Jual Durian, Biaya Pengobatan Ibu Teratasi
Mantan Detektif Sukses Jual Durian, Biaya Pengobatan Ibu Teratasi

Seorang mantan detektif kepolisian di Malaysia, Nathan (37), kini berjualan durian di pinggir jalan. Keputusan ini diambil demi membiayai pengobatan ibunya yang sedang sakit. Kisah inspiratif ini menyoroti pengorbanan seorang anak yang rela meninggalkan kariernya untuk merawat orang tua.

Meski kondisi fisiknya juga terbatas, Nathan tetap gigih berjualan hingga dini hari. Dedikasi dan semangatnya patut diapresiasi.

Bacaan Lainnya

Dari Detektif Menjadi Penjual Durian

Nathan, dulunya bertugas sebagai Detektif Cabang Kejahatan di Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM). Namun, kehidupan berubah drastis pada tahun 2014 setelah ayahnya meninggal.

Ibunya kemudian mengalami stroke. Tidak ada anggota keluarga lain yang mampu merawatnya, sehingga Nathan mengambil keputusan sulit untuk mengundurkan diri dari kepolisian dan fokus merawat ibunya.

Tantangan Kesehatan dan Kegigihan Berjualan

Sepanjang tahun 2024, kondisi kesehatan Nathan semakin menurun. Ia mengalami tekanan darah rendah yang menyebabkannya terjatuh dan tidak bisa bekerja selama hampir dua bulan.

Dua jari kaki kirinya harus diamputasi, kemudian kaki kanannya juga menjalani operasi karena kondisinya yang memburuk. Selain itu, ia juga kehilangan penglihatan di mata kirinya dan didiagnosis menderita kanker perut.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan kesehatan, Nathan tetap bersemangat mencari nafkah. Dengan modal RM 200 (sekitar Rp 771 ribu), ia memulai bisnis jualan durian, mangga, dan buah musiman lainnya pada Mei 2025.

Berjualan Hingga Dini Hari Demi Ibu

Setiap hari, Nathan berjualan di pinggir jalan kawasan USJ 9, Subang Jaya, Malaysia. Ia berjualan dari pukul 5 sore hingga sekitar pukul 4 dini hari.

Ia sabar menunggu jika tempat parkir di depan restoran sudah penuh. Tekanan darahnya sering turun saat berjualan, namun semangatnya tetap menyala demi ibunya.

Biasanya, ia membawa 10-20 kg durian setiap hari, ditambah mangga, semangka, dan petai jika memungkinkan. Beberapa duriannya, termasuk durian Lembaga Emas, sangat digemari pelanggan karena rasanya.

Keuntungan yang didapat Nathan hanya RM 3 (sekitar Rp 11.500) per kilogram durian. Namun, ia bisa mendapatkan total RM 100-RM 120 (sekitar Rp 385 ribu – Rp 463 ribu) per hari jika bisnisnya ramai.

Ada kalanya Nathan dan ibunya hanya makan bubur berhari-hari karena kekurangan uang. Awalnya, saudara-saudaranya membantu, namun bantuan tersebut berkurang karena mereka juga menghadapi kesulitan ekonomi.

Beruntung, beberapa teman sekolah Nathan membantu membeli bahan makanan dan memberikan dukungan moral.

Nathan menolak meminta sumbangan, tetapi berharap masyarakat mendukung bisnis kecilnya. Keuntungan yang sedikit pun sudah cukup baginya untuk makan dan menabung untuk biaya pengobatan ibunya, termasuk suntikan plasma kaya trombosit (PRP).

Kisah Nathan menunjukkan betapa besarnya kasih sayang seorang anak pada ibunya. Meskipun menghadapi berbagai kesulitan, ia tetap teguh dalam perjuangannya demi kesejahteraan ibunya. Dedikasi dan semangatnya menjadi inspirasi bagi kita semua.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *