Memesan makanan lewat ojek online (ojol) kini menjadi tren karena praktis. Namun, pengalaman pelanggan terkadang tidak selalu menyenangkan.
Ongkir Fantastis: Rp 90.000 untuk Jarak 1 Km!
Seorang wanita di Singapura, Kimberly, baru-baru ini mengalami hal tak terduga. Ia memesan makanan lewat ojol dengan jarak antar restoran dan rumahnya hanya 1 kilometer.
Namun, ongkos kirim yang dikenakan mencapai Rp 90.000, jauh melebihi ekspektasinya.
Pesanan Lima Porsi Makanan dengan Biaya Tinggi
Total pesanan Kimberly mencapai Rp 780.000 untuk lima porsi makanan dari restoran Mun Ting Xiang di The Midtown, Upper Serangoon Road.
Biaya ongkir yang mencapai Rp 90.000 membuatnya merasa keberatan, apalagi mengingat jarak yang sangat dekat.
Pengiriman Lambat Menambah Kekecewaan
Tidak hanya ongkos kirim yang mahal, pesanan Kimberly juga mengalami keterlambatan.
Pesanan yang seharusnya tiba pukul 19.40 baru sampai pukul 20.10, dan ia harus menunggu selama dua jam untuk dihubungi kurir.
Respon Grab dan Keluhan Kimberly
Kimberly kemudian mengajukan keluhan kepada pihak Grab. Sebagai kompensasi, Grab menawarkan pengembalian dana sebesar Rp 62.500.
Namun, Kimberly menekankan bahwa keluhannya bukan soal uang, melainkan kualitas layanan yang buruk dari kurir ojol.
Kritik Terhadap Sistem Pengiriman Grab
Kimberly mempertanyakan kebijakan Grab yang membiarkan kurir menerima banyak pesanan sekaligus. Hal ini menyebabkan keterlambatan pengiriman.
Ia menyarankan agar setiap kurir hanya menerima satu atau dua pesanan agar layanan pengiriman lebih efisien dan tepat waktu.
Kesimpulan dan Refleksi
Pengalaman Kimberly menyoroti pentingnya transparansi dan efisiensi dalam sistem pengiriman ojek online. Perlu adanya mekanisme pengawasan untuk memastikan kurir tidak menerima beban kerja berlebihan yang dapat merugikan pelanggan.
Kejadian ini juga mengingatkan kita untuk selalu memeriksa detail biaya sebelum melakukan pemesanan online, terutama ongkos kirim. Jangan ragu untuk mengajukan keluhan jika mengalami layanan yang kurang memuaskan.





