Surabaya baru-baru ini menjadi sorotan setelah sebuah gerai es krim, Hey Nick’s, disegel oleh Satpol PP dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag).
Penyegelan ini dipicu oleh unggahan seorang influencer yang memperlihatkan varian es krim Hey Nick’s mengandung alkohol dengan kadar tinggi, bahkan hingga 40%.
Penyegelan Gerai Es Krim Beralkohol di Surabaya
Gerai es krim Hey Nick’s kedapatan menjual berbagai varian es krim yang mengandung alkohol.
Beberapa varian tersebut, seperti Rum Raisin, Wine Berry, Lecy Vodka, dan Jack Daniel’s, mengandung alkohol hingga 40%.
Aturan Penjualan Es Krim Beralkohol
Penjualan produk makanan dan minuman yang mengandung alkohol memiliki aturan yang ketat.
Perlu izin khusus dan pembatasan penjualan hanya untuk konsumen dewasa, mengingat alkohol merupakan bahan non-halal.
Kronologi Penyegelan Hey Nick’s
Influencer @mamari****** mengunggah video yang memperlihatkan varian es krim beralkohol di Hey Nick’s.
Unggahan tersebut viral dan menarik perhatian pihak berwenang, sehingga berujung pada penyegelan gerai tersebut.
Kedai Tiram Goreng Legendaris di Singapura Tutup
Berita duka bagi pencinta kuliner datang dari Singapura, sebuah kedai tiram goreng legendaris tutup setelah hampir 50 tahun beroperasi.
Kedai tersebut dikenal dengan tiram gorengnya yang besar, tebal, dan juicy, selalu menjadi favorit pelanggan.
Nasi Campur Kacang Polong: Lebih dari Sekedar Hidangan
Drama Korea “When Life Gives You Tangerines” menampilkan hidangan nasi campur kacang polong yang menarik perhatian.
Makanan sederhana ini ternyata memiliki sejarah menarik yang berkaitan dengan hubungan Jepang dan Korea Selatan serta mencerminkan status sosial dalam keluarga.
Berbagai berita kuliner menarik perhatian publik, mulai dari penyegelan gerai es krim beralkohol hingga penutupan kedai tiram goreng legendaris. Kejadian ini menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan dan apresiasi terhadap warisan kuliner.
Selain itu, popularitas drama Korea juga berdampak pada minat terhadap kuliner yang ditampilkan, seperti nasi campur kacang polong, memperlihatkan bagaimana budaya populer mempengaruhi tren makanan.





