Sebuah gerai es krim di Surabaya, Hey Nick’s, baru-baru ini menjadi sorotan setelah video ulasan seorang influencer viral di media sosial. Video tersebut menampilkan beberapa varian es krim yang mengandung alkohol.
Influencer dan Ulasan Es Krim Beralkohol
Influencer dengan akun @mamari****** (nama akun telah disensor) mengunggah video ulasannya tentang gerai Hey Nick’s. Dalam video tersebut, terlihat karyawan gerai menjelaskan beberapa varian es krim mengandung alkohol.
Varian Es Krim Beralkohol
Beberapa varian es krim yang ditampilkan mengandung kadar alkohol yang cukup tinggi, hingga 40%. Varian tersebut antara lain Rum Raisin, Wine Berry, Lecy Vodka, dan Jack Daniel’s.
Harga es krim bervariasi. Varian beralkohol dibanderol Rp 50.000 per scoop, sedangkan varian tanpa alkohol Rp 30.000 per scoop.
Reaksi Publik dan Tindakan Pihak Berwenang
Video tersebut menuai kritik pedas dari publik. Hal ini mendorong Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag) untuk melakukan tindakan.
Petugas langsung menyidak gerai Hey Nick’s dan mengamankan barang bukti berupa es krim yang diduga mengandung alkohol. Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Surabaya, Yudhistira, membenarkan adanya penyitaan tersebut.
Penyegelan Gerai dan Dampaknya
Setelah inspeksi, gerai Hey Nick’s disegel sementara. Penyegelan ini dilakukan sebagai tindakan lanjutan atas penjualan es krim yang mengandung alkohol.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan terhadap produk makanan dan minuman yang mengandung alkohol, khususnya yang dijual di tempat umum. Peraturan terkait penjualan produk tersebut perlu ditelaah lebih lanjut.
Peraturan Terkait Penjualan Minuman Beralkohol
Penjualan minuman beralkohol di Indonesia diatur dalam peraturan daerah masing-masing. Peraturan ini berbeda-beda, tergantung daerah dan jenis minumannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku dan dampak dari promosi produk yang tidak sesuai regulasi. Perlu kejelasan regulasi dan penegakan hukum yang konsisten agar kejadian serupa tidak terulang.
Kejadian ini menyoroti pentingnya transparansi dan tanggung jawab penjual makanan dan minuman dalam menginformasikan kandungan produknya secara jelas kepada konsumen. Selain itu, peran influencer dalam memberikan ulasan produk juga perlu dipertanyakan.





