Seorang mahasiswa di Singapura mengalami pengalaman buruk saat membeli waffle seharga Rp 27.000. Ia menemukan bekas gigitan pada waffle pesanannya.
Waffle Bekas Gigit: Kekecewaan di Kampus NTU
Kejadian ini terjadi di sebuah gerai waffle di Universitas Teknologi Nanyang (NTU), Singapura. Mahasiswi tersebut menceritakan kisahnya melalui media sosial.
Awalnya, ia memesan waffle cokelat. Namun, yang diterima sangat mengecewakan.
Cokelat Minim, Pelayanan Kasar
Jumlah cokelat pada waffle sangat sedikit, hampir tak terlihat. Saat bertanya, pelayan malah menjawab dengan sarkastik.
Pelayan tersebut hanya berkata, “Cokelat memang seperti itu.” Sikapnya yang tidak profesional semakin menambah kekesalan mahasiswi tersebut.
Bekas Gigitan yang Menjijikkan
Selain cokelat yang minim, waffle tersebut juga terdapat robekan yang diduga bekas gigitan. Hal ini membuat mahasiswi tersebut jijik.
Ia merasa kecewa dengan kualitas waffle yang tidak sesuai harga. Harga yang mahal tidak diimbangi dengan kualitas dan pelayanan yang baik.
Perbandingan dengan Gerai Lain
Mahasiswi tersebut membandingkan pengalamannya dengan gerai waffle lain di Pioneer Mall. Gerai tersebut menawarkan waffle yang lebih enak dan pelayanan yang lebih baik.
Ia menyayangkan pengalaman buruk di NTU, apalagi mengingat harga waffle yang cukup tinggi. Pengalaman ini tentu saja menjadi pelajaran berharga bagi pengelola gerai waffle tersebut.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kualitas dan pelayanan yang baik dalam bisnis kuliner. Kejadian ini juga mengingatkan kita untuk selalu waspada dan teliti sebelum mengonsumsi makanan yang dibeli dari luar.





