Paimo, pemilik Leker Paimo yang legendaris di Semarang, telah meninggal dunia. Kabar duka ini menyisakan kesedihan mendalam bagi pelanggan setianya yang telah menikmati kelezatan lekernya selama puluhan tahun.
Leker Paimo telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Semarang. Warung sederhana ini telah beroperasi selama 47 tahun, menawarkan berbagai pilihan leker dengan topping menarik.
Perjalanan Panjang Leker Paimo: Dari Gerobak hingga Legenda Semarang
Awalnya, Paimo berjualan leker keliling menggunakan gerobak dan sepeda. Ia memasak lekernya dengan kompor sederhana, menawarkan cita rasa unik yang langsung menarik perhatian.
Pada tahun 1997-1998, Paimo akhirnya mendapatkan tempat untuk berjualan secara menetap. Bangunan semi permanen ini menjadi tempat pelanggan dapat menikmati leker hangat langsung di tempat.
Lokasinya yang dekat dengan Kolese Loyola membuat Leker Paimo populer di kalangan pelajar. Seiring waktu, lezatnya leker Paimo menarik perhatian tidak hanya pelajar, tetapi juga wisatawan yang berkunjung ke Semarang.
Kehidupan dan Warisan Paimo: Lebih dari Sekadar Penjual Leker
Paimo Al Suparmo, nama lengkap pemilik Leker Paimo, memulai usahanya sejak usia muda. Ia belajar memasak leker dari seorang warga keturunan China, mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membangun bisnisnya.
Ketekunan dan kerja keras Paimo membuahkan hasil. Ia berhasil membangun usaha yang sukses, bahkan disebut-sebut menjadi nasabah prioritas Bank BCA.
Paimo meninggal dunia pada Kamis, 10 April 2025, pukul 03.00 WIB di usia 58 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Purwodadi pada hari yang sama.
Leker Paimo: Warisan Rasa yang Akan Selalu Diingat
Meskipun Paimo telah tiada, warisan rasanya akan tetap dikenang. Leker Paimo bukan sekadar camilan, tetapi juga kenangan bagi banyak orang.
Generasi berikutnya diharapkan mampu meneruskan usaha Leker Paimo. Menjaga cita rasa dan kualitasnya agar tetap menjadi bagian dari kuliner khas Semarang.
Kisah Paimo menjadi inspirasi bagi para pebisnis kuliner. Ketekunan, dedikasi, dan kualitas rasa merupakan kunci sukses yang perlu dipegang teguh.
Kepergian Paimo meninggalkan duka yang mendalam, namun semangat dan warisan kulinernya akan tetap hidup di hati pelanggan dan masyarakat Semarang. Leker Paimo akan selalu menjadi bagian dari sejarah kuliner kota Semarang.





